PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis Pengembangan Pembangkit Panas Bumi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertamina Geothermal Energy (PGE) sebagai bagian dari Subholding Pertamina Power & New Renewable Energy (PNRE) membuka peluang kerja sama pengembangan pembangkit panas bumi dengan pihak lain.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ahmad Yuniarto mengatakan, jaringan (networking) dan kemitraan diperlukan untuk menyelesaikan isu-isu besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi. 

Menurutnya, tak ada perusahaan yang akan mampu menghadapi persoalan-persoalan besar seperti pemanasan global dan dekarbonisasi tersebut sendirian.


"Syaratnya, kemitraan strategis itu harus bisa memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi bumi, dunia, dan masa depan yang lebih baik,” kata Ahmad dalam keterangannya, Rabu (23/3).

Baca Juga: PGE Akan Segera Operasikan PLTP di Tomohon

Dalam menjalankan bisnisnya, PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE.

Penerapan aspek-aspek ESG ini merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi.

Indonesia sudah mencanangkan Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat dari itu. Selain itu, Pemerintah juga menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada 2030, dan target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025.

Editor: Yudho Winarto