PLN gandeng Masdar garap PLTS terapung pertama di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya menggandeng Masdar, anak usaha Mubadala, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata.

Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan, melalui anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), perusahaan setrum plat merah tersebut segera menandatangani perjanjian jual-beli listrik alias Power Purchase Agreement (PPA).

Lebih lanjut Sripeni bilang, penandatangan PPA akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke UEA pekan depan.


Baca Juga: Obligasi PLN senilai Rp 1,78 triliun jatuh tempo pada Januari 2020

Terkait harga, kesepakatan yang diraih bersama Masdar telah melalui proses lelang dan mendapatkan harga yang cukup rendah, yakni US$ 5,8 sen per kWh. "Kami akan tandatangan PPA di depan presiden, Harga listriknya US$ 5,8 sen," jelas dia, Selasa (7/1).

Terkait nilai investasi, Sripeni menyebut bahwa PLTS terapung pertama di Indonesia ini akan menelan biaya senilai US$ 129 juta. Adapun, porsi kepemilikan yang dipegang PJB sebesar 51% dan 49% untuk Masdar dengan jangka waktu 25 tahun.

Editor: Anna Suci Perwitasari