Politik Malaysia memanas, begini kronologi Mahathir dikabarkan mengundurkan diri



KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Dalam beberapa hari terakhir, situasi politik di Malaysia memanas. Politisi senior Malaysia Anwar Ibrahim akhirnya buka suara di tengah beredarnya kabar bahwa koalisi baru pemerintahan Malaysia akan segera diumumkan. 

“Saya jujur sangat kaget dengan dinamika politik yang sedang terjadi. Ini adalah pengkhianatan karena jelas sudah ada janji Mahathir akan menyerahkan kekuasaan ke saya,” tutur Anwar di kediamannya, Minggu malam (23/2/2020) dikutip oleh Malaysia Kini.

Dia merujuk kepada janji Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang akan menyerahkan kursi kepadanya setelah dua tahun menjabat.


Baca Juga: Sumber: PM Malaysia Mahathir kirim surat pengunduran diri ke Raja

Namun, Senin siang, beredar kabar yang mengejutkan. Yakni, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dikabarkan sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya kepada Raja. 

Berikut kronologinya, seperti yang dilansir The Star:

09.26: 

Anwar, bersama dengan Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail dan Lim Guan Eng, tiba di Kantor Perdana Menteri di Putra Perdana, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. 

Baca Juga: Kaget dikhianati, ambisi Anwar Ibrahim jadi PM Malaysia kandas

09:45: 

Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad bercanda di sebuah acara bahwa ini mungkin acara terakhirnya sebagai menteri.

10:00: 

Selangor Mentri Besar Datuk Seri Amirudin Shari telah memanggil semua majelis negara bagian PKR untuk berkumpul di kediaman resminya. Dia diperkirakan akan melapor kepada Sultan Selangor setelah pertemuan selesai.

Baca Juga: Tekan efek virus corona, Malaysia siapkan paket stimulus

10.25: 

Anwar, Dr Wan Azizah dan Guan Eng meninggalkan Putra Perdana setelah mengetahui bahwa Mahathir tidak ada di kantor. Diyakini bahwa mereka menuju ke rumah Perdana Menteri di Pertambangan, Kuala Lumpur. 

10.30: 

Sekretaris Jenderal PKR Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail tidak hadir dalam acara yang seharusnya dia hadiri. Dia sebaliknya diwakili oleh sekretaris jenderal yang baru diangkat Datuk Hasnol Zam Zam Ahmad.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie