Prospek bisnis dan saham bank syariah dinilai masih sangat cerah



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Propek bisnis bank syariah tahun depan diperkirakan akan tumbuh lebih kencang lagi sejalan dengan pemulihan ekonomi. Selama pandemi Covid-19, bisnis bank syariah masih tetap tumbuh baik di saat perbankan secara nasional mengalami kontraksi.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Purnomo mengatakan, pertumbuhan pembiayaan bank syariah di tengah pandemi menunjukkan bahwa model bisnis syariah masih punya peluang tumbuh yang sangat bagus ke depan.

"Peluangnya masih besar, hanya saja masih perlu dilakukan akselerasi," katanya dalam webinar OJK, Jumat ( 26/11).


Data OJK mencatat, pembiayaan bank umum syariah dan unit usaha syariah meningkat 7,69% yoy menjadi Rp 396,80 triliun pada Agustus 2021. Diikuti peningkatan aset 14,22% dan DPK 14,72% yang masing - masing mencapai Rp 573,81 triliun dan Rp 490,73 triliun. 

Baca Juga: Bank Aladin akan berkolaborasi dengan banyak mitra offline dan digital tahun depan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan terus melakukan pengembangan digitalisasi untuk menggarap potensi pasar keuangan syariah yang masih besar. Hingga kuartal III 2021, transaksi di BSI sudah 95% dilakukan secara digital. 

"Kapabilitas digital yang telah kami bangun akan menuju super apps, lalu yang kedua kami telah memiliki lisensi open banking API yang akan membantu memperluas sinergi dengan pelaku bisnis lain," kata  Direktur Information Technology BSI Achmad Syafii dalam webinar, Rabu (1/12).

Kendati begitu, emiten berkode BRIS ini akan tetap mengusung konsep bisnis sebagai bionic banking dimana perseroan akan meningkatkan layanan digital tetapi juga tetap mempertahankan layanan cabang bagi nasabah yang membutuhkan layanan tatap muka. 

Tahun depan, BSI menyakini ekspansi pembiayaan tahun 2022 akan membaik seiring dengan proyeksi ekonomi yang diperkirakan semakin pulih.

Baca Juga: Gandeng Kimia Farma, BSI bidik transaksi EDC dan QRIS syariah di Aceh

Perseroan menargetkan pembiayaan tumbuh  9%- 10%.

Herry Gunardi Direktur Utama BSI sebelumnya mengatakan, dalam 10 bulan pertama tahun ini, perseroan melihat permintaan pembiayaan semakin meningkat. Sebagai strategi pembiayaan di tengah pandemi Covid-19, perseroan fokus pada konsumer, ritel dan mikro dengan target market  kelompok berpendapatan tetap. 

Editor: Noverius Laoli