Proyeksi sejumlah ekonom terhadap neraca dagang Februari setelah ada wabah corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang bulan lalu perdagangan global masih lesu akibat perekonomian yang belum pulih karena virus corona. Alhasil impor dalam negeri diprediksi turun, begitu juga dengan kinerja ekspor.

Proyeksi sejumlah ekonom, virus corona membuat neraca dagang Februari 2020 bisa goyang bahkan ke depan lanjut defisit. 

Baca Juga: Pemerintah didesak segera menetapkan standar dan nomenklatur bahan bakar nabati


Eric Sugandi, Peneliti Ekonomi Senior Institute Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI, memprediksi defisit neraca perdagangan menyentuh US$ 1,1 miliar pada Februari 2020. Proyeksi ini lebih tinggi 27,2% dibandingkan realisasi neraca perdagangan Januari 2020 yang defisit senilai US$ 864,4 juta.

Lebih lanjut, Eric menelaah realisasi ekspor pada Februari hanya membukukan nilai sebesar Rp 12,9 miliar, koreksi 4,1% month to month (mtm). Sementara untuk impor bisa mencapai US$ 14 miliar negative 1,6% secara bulanan.

Dari sisi ekspor, Eric bilang utamanya karena ekonomi China, Jepang, Singapura, Uni Eropa, dan Amerika Serikat (AS) melemah. Setali tiga uang, demand ekspor kelima negara mitra dagang terbesar Indonesia itu jadi ciut karena virus korona. 

Baca Juga: Danareksa memprediksi neraca dagang Februari surplus US$ 0,64 miliar

Editor: Noverius Laoli