PSBB dilonggarkan, bagaimana prospek Indocement (INTP)?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi corona (Covid-19) yang melanda tanah air membuat sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial. Hal ini turut mempengaruhi penjualan semen, seperti yang dialami oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Antonius Marcos, Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa mengatakan, penjualan semen INTP sepanjang semester pertama tahun ini sebesar kurang lebih 7,2 juta ton. Realisasi ini lebih rendah 8% dibanding semester pertama tahun lalu.

Marcos mengaku, penurunan di semester pertama ini ini lebih disebabkan oleh faktor faktor di luar kendali INTP, seperti misalnya bencana banjir besar yang empat kali menimpa Jabodetabek di awal Januari. Penurunan volume penjualan juga sebagai dampak dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang terjadi di kuartal kedua.


Baca Juga: Jaga kinerja, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melanjutkan efisiensi

Meski masih dihadapkan dengan sejumlah persoalan seperti kondisi pasar yang oversupply hingga potensi pemberlakuan PSBB susulan, sejumlah analis menilai saham konstituen Indeks Kompas100 ini masih menarik. Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengatakan, pangsa pasar INTP relatif stabil pada pada Juni 2020, yakni di level 26,3%.

Penjualan INTP pada enam bulan pertama 2020 berkontribusi 25,7% dari total konsumsi domestik, relatif stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 26,2%. Namun, penjualan di Jawa Barat yang merupakan basis pasar INTP  menurun 8,2% secara year-on-year (yoy).

“Meskipun demikian, penjualan di Sumatra naik 7,4% yoy. Kontribusi penjualan dari Sumatra meningkat dari 9,4% pada akhir 2019 menjadi 10,6% di semester pertama 2020 dilatarbelakangi pengoperasian terminal semen di Lampung dan Palembang pada 2018,” tulis Maria dalam riset, Selasa (14/7).

Baca Juga: Akibat PSBB, volume penjualan Indocement (INTP) sepanjang semester I-2020 turun 8%

Editor: Wahyu T.Rahmawati