PUPR resmi teken KPBU SPAM regional Karian - Serpong Rp 2,43 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan upaya percepatan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian-Serpong.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian Kerja sama antara Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang diwakili oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dengan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yaitu PT Karian Water Services dan Perjanjian Penjaminan antara BUP dengan Badan Usaha Penjamin yaitu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Kamis (29/04/2021).

Selanjutnya pada Jumat (30/4) dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Regres antara Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Muhammad Wahid Sutopo. Acara penandatangan perjanjian juga disaksikan secara virtual oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.


Baca Juga: Kementerian PUPR bangun 6.000 MCK di lembaga pendidikan agama dan pondok pesantren

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan SPAM Regional Karian-Serpong merupakan salah satu proyek terintegrasi pengelolaan sumber daya air, yaitu pembangunan Bendungan Karian, Saluran Air Baku Karian-Serpong (Karian-Serpong Conveyance System), dan SPAM Regional.

"Untuk SPAM Karian-Serpong ini insyaAllah diatur waktunya sehingga saat pembangunan Bendungan Karian selesai tidak akan terlalu lama untuk dimanfaatkan airnya untuk memasok air minum melalui SPAM regional ini," kata Basuki, Jumat (30/4).

Basuki menekankan, hal terpenting dari proses penyediaan air minum adalah pendistribusian setelah selesai dibangunnya Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Menurutnya, setelah pembangunan tersebut, harus bekerja keras untuk pendistribusiannya ke DKI Jakarta, Tangerang, dan Tangerang Selatan (Tangsel) karena membutuhkan Sambungan Rumah (SR) yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, Menteri Basuki berpesan kepada masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda) terkait untuk mulai menyiapkan dari sekarang untuk proses pendistribusiannya sehingga pemanfaatannya dapat tepat waktu.

Editor: Yudho Winarto