Putra Mahkota Saudi Tidak Peduli Jika Joe Biden Salah Paham tentang Dirinya, Ada Apa?



KONTAN.CO.ID - DUBAI. Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman mengatakan dia tidak peduli apakah Presiden AS Joe Biden salah paham tentang dirinya. Dalam sebuah wawancara dengan media bulanan The Atlantic yang diterbitkan pada Kamis (3/3/2022), Pangeran Mohammed mengatakan Biden harus fokus pada kepentingan Amerika.

Mengutip Reuters, sejak Biden menjabat pada Januari 2021, kemitraan strategis lama antara Arab Saudi dan Washington berada di bawah tekanan atas catatan hak asasi manusia Riyadh, terutama sehubungan dengan perang Yaman dan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi pada tahun 2018.

Dalam wawancara berbeda dengan kantor berita negara Saudi SPA,  Pangeran Mohammed juga menegaskan  bahwa Riyadh dapat memilih untuk mengurangi investasi di Amerika Serikat.


"Sederhananya, saya tidak peduli," kata putra mahkota ketika ditanya oleh The Atlantic apakah Biden salah paham tentang dia. 

Baca Juga: Arab Saudi Mangalihkan Saham Aramco Senilai US$ 80 Miliar ke Dana Investasi Negara

Dia mengatakan terserah Biden untuk memikirkan kepentingan Amerika.

“Kami tidak berhak menceramahi Anda di Amerika,” tambahnya. "Hal yang sama berlaku sebaliknya."

Sebelumnya, pemerintahan Biden merilis laporan intelijen AS yang melibatkan putra mahkota dalam pembunuhan Khashoggi, yang dibantah Pangeran Mohammed, dan mendesak pembebasan tahanan politik.

Putra mahkota mengatakan kepada The Atlantic bahwa dia merasa haknya sendiri telah dilanggar oleh tuduhan terhadapnya dalam pembunuhan brutal Khashoggi, yang terbunuh di dalam konsulat kerajaan di Istanbul.

Baca Juga: Presiden AS dan Raja Salman Bahas Pasokan Energi, Iran dan Yaman

"Saya merasa hukum HAM tidak diterapkan pada saya... Pasal XI Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa setiap orang tidak bersalah sampai terbukti bersalah," katanya.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie