Raih Kinerja Operasional Solid, Cek Rekomendasi Saham Emiten Grup Merdeka



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten-emiten yang tergabung dalam Grup Merdeka membukukan kinerja operasional yang solid pada kuartal II-2026.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2026, ditopang tingginya harga emas dan peningkatan produksi bisnis nikel.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (4 Agustus 2026), INDY dan MDKA Disorot


PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat pendapatan sebesar US$ 775,6 juta pada kuartal II-2026, yang berasal dari penjualan emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit, serta asam sulfat.

Pada periode tersebut, penjualan emas MDKA mencapai 36.574 ounce (oz), yang terdiri dari 30.135 oz dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 oz dari Tambang Emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Dengan harga jual rata-rata US$ 4.511 per ounce, penjualan emas tersebut menghasilkan pendapatan US$ 165 juta.

Di Tambang Wetar, produksi tembaga mencapai 1.484 ton, sementara volume penjualan tercatat 1.924 ton dengan harga jual rata-rata US$ 5,83 per pon.

Sementara itu, Tambang Emas Pani terus menunjukkan kemajuan dalam proses ramp-up setelah operasi heap leach dimulai pada kuartal I-2026.

Tambang tersebut memproduksi 15.594 oz emas dan 29.796 oz perak sepanjang kuartal II-2026, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang masing-masing sebesar 1.818 oz emas dan 3.496 oz perak.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Penyebab dan Proyeksi hingga Akhir 2026

Di bisnis nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi yang kuat secara tahunan, didukung peningkatan produksi dari tambang Sulawesi Cahaya Mineral serta kinerja berkelanjutan pada operasi hilir.

Produksi bijih nikel saprolit dan limonit masing-masing melonjak 130% dan 87% secara tahunan.

Produksi Nickel Pig Iron (NPI) meningkat 16% menjadi 19.505 ton nikel (tNi), sedangkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) mencapai 9.165 tNi. Penjualan HGNM juga meningkat 30% secara kuartalan menjadi 10.457 tNi.

Selain itu, operasi AIM memproduksi 258.060 ton asam sulfat dan menjual 383.177 ton selama kuartal II-2026. PT ESG New Energy Material menghasilkan 4.831 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt terus mengembangkan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) dengan target penjualan perdana MHP pada semester II-2026.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan TB Gold tetap menjadi fondasi utama operasi perusahaan, sementara Tambang Pani terus meningkatkan volume produksi, Wetar berhasil memperbaiki margin, dan MBMA terus memperkuat platform bisnis nikel terintegrasi.

Baca Juga: Suspensi Saham WIKA Diperpanjang, Imbas Gagal Bayar dan Restrukturisasi Surat Utang

Selain itu, pencatatan sekunder saham EMAS di Main Board The Stock Exchange of Hong Kong Limited (HKEX) dinilai semakin memperluas akses pendanaan internasional bagi pengembangan Tambang Emas Pani.

"Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan proyek TB Copper melalui tahap feasibility study," ujar Albert dalam keterangan resmi, Senin (3/8).

 
EMAS Chart by TradingView