Raja Salman sedih tak ada doa dan salat di mesjid selama Ramadan akibat pandemi



KONTAN.CO.ID - JEDDAH/CHICAGO. Dalam sebuah pidato untuk menandai dimulainya Ramadan, Raja Salman dari Kerajaan Arab Saudi mengatakan pada hari Kamis bahwa dia bangga dengan langkah yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap pandemi virus corona.

"Kita hidup dalam situasi ekstrem yang mempengaruhi seluruh umat manusia," kata raja dalam pidato yang disampaikan oleh Menteri Media, Kerajaan Majid Al-Qasabi seperti yang dikutip Arab News.

Dia menambahkan, Arab Saudi harus terus bekerja keras dalam "masa sulit" dan bahwa dia sedih melihat bahwa doa dan salat tidak dapat terlaksana di masjid selama bulan suci karena wabah virus corona.


Baca Juga: Kisah putri yang ditahan Putra Mahkota Saudi dan memohon dibebaskan saat Ramadan...

Pidato itu disampaikan tak lama setelah Mahkamah Agung mengumumkan bahwa Ramadan 2020 akan dimulai pada hari Jumat.

Selama Ramadhan, Kerajaan akan memudahkan penguncian dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Restoran, kecuali truk makanan dan katering, akan diizinkan mengoperasikan layanan pengiriman dan penjemputan mulai pukul 3 sore hingga pukul 3 pagi setelah memenuhi persyaratan kesehatan.

Duta Besar Saudi untuk AS, Puteri Reema binti Bandar Al-Saud, menekankan pentingnya mengingat anggota komunitas Arab yang cacat di seluruh dunia dan memastikan kebutuhan mereka dipenuhi selama krisis ini.

Baca Juga: Arab Saudi dan Qatar bersaing jadi tuan rumah Asian Games 2030

Menyikapi acara digital pertama Future Investment Initiative di Riyadh, dia berkata: "Salah satu hal yang membuat saya sedih adalah bahwa kita telah melihat penahanan virus ini tanpa melihat data agregat dari para penyandang cacat."

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie