Rampingkan anak usaha, PGN (PGAS) lakukan restrukturisasi dalam dua tahun ke depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tengah menggelar restrukturisasi untuk merampingkan anak-anak usahanya. Perusahaan yang memiliki kode emiten PGAS ini menargetkan proses restrukturisasi tersebut rampung dalam kurun waktu dua tahun.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan, restrukturisasi ini bertujuan untuk menghilangkan tumpang tindih dalam pengelolaan bisnis dan fokus usaha dari subholding gas BUMN ini. Gigih bilang, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya di internal PGN, mempercepat proses bisnis dan pengambilan keputusan.

Baca Juga: Ini kata Pertamina soal keberlanjutan badan hulu dan hilir migas di omnibus law


"Tujuan restrukturisasi untuk memaksimalkan shareholder’s return yang dihasilkan dari efisiensi pengelolaan bisnis dan fokus usaha," kata Gigih kepada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Dengan restrukturisasi ini, sambungnya, PGN akan merampingkan jumlah anak usaha dengan cara penggabungan beberapa anak usaha yang memiliki bisnis yang sama, serta dengan skema divestasi beberapa perusahaan di luar bisnis inti PGN sebagai subholding gas BUMN.

Gigih memang belum membeberkan detail anak-anak usaha mana saja yang akan digabungkan atau didivestasi. Namun, ia mengungkapkan bahwa setelah restrukturisasi, anak usaha PGN nantinya tinggal berjumlah lima atau enam anak usaha.

Sebagai informasi, saat ini PGN memiliki delapan anak usaha yaitu PT Gagas Energi Indonesia, PT PGN LNG Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGAS Solution, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, PT Nusantara Regas, PT Pertamina Gas (Pertagas), dan PT Saka Energi Indonesia.

Baca Juga: Pelaku usaha menanti realisasi penurunan harga gas industri

Anak-anak usaha PGN tersebut bergerak di sektor upstream, midstream, hingga downstream. Mulai dari bisnis hulu, hilir, transportasi gas, fasilitas floating storage dan regasifikasi terminal (FSRT), rekayasa teknik, pengelolaan properi, telekomunikasi dan Liquified Natural Gas (LNG).

"Sebagai subholding gas, PGN fokus pada midsteam dan downstream bisnis gas," ungkap Gigih.

Editor: Tendi Mahadi