Rayuan investasi wisata di Sumatera Barat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak ingin ketinggalan momentum pertumbuhan masyarakat kelas menengah di berbagai belahan dunia pasca-krisis moneter 2008 silam, pemerintah gencar menjaring investasi di sektor pariwisata. Mulai dari pengembangan 10 Bali Baru hingga destinasi lainnya yang belum banyak terjamah wisatawan.

Kontan.co.id berkesempatan menengok salah satu daerah yang sedang dipromosikan pemerintah, yakni Sumatera Barat bersama dengan beberapa investor potensial asing yang berasal dari Rusia, Singapura, dan negara Timur Tengah. Ada dua destinasi yang ditawarkan kepada investor, yakni kawasan Mandeh di Pesisir Selatan dan Gunung Padang di Kota Padang.

Mandeh sendiri disebut-sebut sebagai Raja Ampatnya Sumatera Barat. Hanya butuh waktu satu jam dari Kota Padang menggunakan kapal cepat untuk menuju Mandeh. Kalau menggunakan jalur darat, perjalanan ke Mandeh bisa ditempuh dalam waktu dua jam.


Baik jalur laut maupun darat, di sepanjang perjalanan menuju Mandeh, pengunjung bisa menikmati pemandangan yang cantik meski berbeda karakter. Bila naik kapal, sejauh mata memandang terlihat pemandangan laut tenang yang sesekali diselingi pulau-pulau kecil sebelum menepi di Pelabuhan Carocok Tarusan. Sementara apabila naik mobil, perjalanan ditempuh melalui lereng bukit yang dikelilingi pohon-pohon hijau.

Kawasan Mandeh mulai ditengok sejak Presiden Joko Widodo mampir ke kawasan ini akhir 2015 lalu. Usai menengok Mandeh, Presiden meminta infrastruktur menuju Mandeh diperbaiki dan destinasi wisata digarap lebih serius agar wisatawan lebih banyak datang ke sana.

Untuk itu, penanaman modal digencarkan dalam pengembangan kawasan ini baik untuk asing maupun domestik. Tak tanggung-tanggung, agar menarik investor, pemerintah daerah Pesisir Selatan akan membebaskan daerah selama lima tahun pertama usaha.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyebutkan, pihaknya juga menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor yang ingin membangun di kawasan Mandeh. Mulai dari memudahkan pengurusan perizinan usaha hingga menggratiskan biaya dari seluruh proses perizinan.

"Masalah izin semua gratis yang penting ada niat membangun di sini," kata dia saat ditemui di rumah dinasnya, Selasa (17/10).

Di kawasan Mandeh, peluang investasi yang ditawarkan beragam. Namun, yang paling dijagokan adalah Pulau Cubadak yang sudah dikelola oleh investor dari Italia tetapi kontraknya akan habis di 2020 mendatang. Di sana berpotensi untuk dikembangkan dermaga kelas kecil, penginapan, dan restoran.

Selain itu, puncak Mandeh yang merupakan view point dari kawasan Mandeh juga ditawarkan kepada investor. Peluang destinasi yang bisa dibangun adalah restoran berpemandangan laut yang lapang.

Adapun destinasi Bukit Ameh yang saat ini sedang dirampungkan studi kelayakannya berpotensi untuk dibangun hotel, lapangan golf, dan taman buah. Selain itu, ada Sungai Nyalo yang berpotensi untuk dibangun penginapan, restoran, dan pembangkit listrik.

Editor: Yudho Winarto