Restrukturisasi utang butuh waktu, simak rekomendasi analis untuk saham KRAS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setahun ini, emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (KRAS), tengah melaksanakan restrukturisasi utangnya. Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, total ada US$ 2,2 miliar utang yang akan direstrukturisasi. 

Meskipun ada komitmen KRAS untuk memperbaiki utangnya, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai prospek saham KRAS ke depan masih berat karena perusahaan masih merugi. 

"Proses restrukturisasi bisa memakan waktu lebih dari tiga tahun," kata Wawan ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/1). 


Baca Juga: Restrukturisasi Utang Krakatau Steel (KRAS) Kelar Januari 2020

Padahal peluang bagi emiten baja di Indonesia masih besar. Produksi baja di dalam negeri baru mencapai sekitar tujuh juta ton. Sementara kebutuhan baja diperkirakan hingga 14 juta ton per tahun. Di sisi lain, tantangan industri ini adalah harga baja produksi dalam negeri masih sulit bersaing dengan baja impor. 

"Terkait harga, KRAS  akan bisa bersaing bila beralih ke bahan bakar batubara misalnya. Namun hal ini butuh waktu," tambahnya. 

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga berpendapat bahwa pasar industri baja sesungguhnya masih besar. Menurutnya, industri baja memungkinkan menggeliat jika tiap emiten baja memiliki strategi. Sebab, persaingan dengan baja impor masih menjadi tantangan utama industri ini.

"Tahun ini masih akan menggeliat baik, asalkan setiap emiten punya strategi yang baik," katanya kepada Kontan.co.id. 

Editor: Herlina Kartika Dewi