KONTAN.CO.ID - Federal Reserve (The Fed) pada bulan lalu menilai bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk melawan inflasi yang terus berada di atas target 2% bank sentral, terutama karena dampak inflasi dari perang AS-Israel dengan Iran. Hal itu tercermin dalam risalah rapat The Fed pada 17-18 Maret. “Sebagian peserta menilai ada alasan kuat untuk memberikan deskripsi dua arah mengenai keputusan suku bunga di masa depan dalam pernyataan pascarapat (Komite Pasar Terbuka Federal/FOMC), yang mencerminkan kemungkinan bahwa penyesuaian naik terhadap kisaran target suku bunga dana federal dapat menjadi tepat apabila inflasi tetap berada di atas target,” tulis risalah rapat tersebut seperti yang dikutip Reuters. Pernyataan itu merujuk pada dukungan terhadap bahasa dalam pernyataan kebijakan The Fed yang akan mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa saja menurunkan atau menaikkan suku bunga di masa mendatang.
Risalah The Fed Maret 2026: Dua Skenario Suku Bunga Menanti, Mana yang Dominan?
KONTAN.CO.ID - Federal Reserve (The Fed) pada bulan lalu menilai bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk melawan inflasi yang terus berada di atas target 2% bank sentral, terutama karena dampak inflasi dari perang AS-Israel dengan Iran. Hal itu tercermin dalam risalah rapat The Fed pada 17-18 Maret. “Sebagian peserta menilai ada alasan kuat untuk memberikan deskripsi dua arah mengenai keputusan suku bunga di masa depan dalam pernyataan pascarapat (Komite Pasar Terbuka Federal/FOMC), yang mencerminkan kemungkinan bahwa penyesuaian naik terhadap kisaran target suku bunga dana federal dapat menjadi tepat apabila inflasi tetap berada di atas target,” tulis risalah rapat tersebut seperti yang dikutip Reuters. Pernyataan itu merujuk pada dukungan terhadap bahasa dalam pernyataan kebijakan The Fed yang akan mengisyaratkan bahwa bank sentral bisa saja menurunkan atau menaikkan suku bunga di masa mendatang.
TAG: