Rokok elektrik solusi bagi perokok?



JAKARTA. Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YPKP Indonesia) mengajak pemerintah untuk mencari solusi yang efektif dalam mengatasi tingginya angka prevalansi merokok di Indonesia.

Melalui kegiatan Indonesian Conference on Tobacco or Health/ ICTOH 2017 di Jakarta yang diselenggarakan tanggal 15 - 16 Mei 2017 lalu, YPKP Indonesia menjelaskan, pemerintah sebaiknya tidak hanya berfokus pada solusi preventif untuk mencegah munculnya perokok baru.

Pemerintah harus tetap memperhatikan dan memberikan solusi kepada perokok aktif yang ingin berhenti merokok. YPKP Indonesia juga menambahkan bahwa langkah tersebut harus didasari atas penelitian dan bukti-bukti ilmiah, dan YPKP menyatakan siap membantu pemerintah untuk menyediakan hasil penelitian ilmiah terkait hal tersebut.


Dalam presentasi yang bertajuk “Komparasi Efektifitas Nicotine Replacement Therapy dan Analisa Dukungan Pemerintah Indonesia”, YPKP Indonesia menjabarkan kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis pengganti rokok, termasuk keefektifan penggunaan rokok elektrik maupun produk berbasis tembakau dan nikotin baru sebagai salah satu substitusi merokok dengan risiko yang lebih rendah.

Hasil penelitian YPKP Indonesia mendapati bahwa penggunaan produk tembakau dan nikotin baru merupakan solusi yang sudah banyak digunakan oleh banyak negara untuk membantu perokok aktif berhenti merokok.

Sayangnya, sampai saat ini pengetahuan masyarakat Indonesia akan keberadaan produk-produk tersebut maupun mengenai studi yang telah dijalankan oleh YPKP Indonesia masih sangat terbatas.

YPKP Indonesia juga menggarisbawahi penggunaan produk tembakau dan nikotin baru berteknologi canggih semisal rokok elektrik sebagai solusi berhenti merokok telah diadopsi oleh banyak negara dan turut didukung oleh banyak kelompok anti rokok di dunia.

Editor: Yudho Winarto