Royal berbagi di balai pelatihan hoki (4)



KONTAN.CO.ID - Kekayaan yang dihasilkan Larry Robbins dengan menjadi fund manager sukses sebagian mengalir untuk kemanusiaan. Salah satunya terkait hobinya bermain hoki. Dia aktif di sebuah lembaga pelatihan hoki bagi anak-anak di AS. Dia ingin mempopulerkan olahraga ini ke generasi muda. Menurutnya, olahraga ini banyak memberi efek positif termasuk mengajarkan bagaimana bekerjasama dalam sebuah tim. Ini juga yang dia jalankan dalam pekerjaannya.

Perusahaan Glenview Capital Management yang dibesarkan Larry Robbins masuk daftar 10 besar hedge fund manager terbaik. Namun, di samping karier dan ambisinya sebagai fund manager, pria lulusan University of Pennsylvania Wharton School ini memiliki hobi yakni berolahraga hoki.

Asal tahu saja, kecintaannya pada hoki sudah dimulai sejak masih berusia lima tahun. Beberapa hal positif yang bisa diambil dari olahraga ini dan bisa dimanfaatkan di perusahaan antara lain menjalin kerjasama dalam sebuah tim. Mustahil menjalankan dan membesarkan sebuah bisnis atau perusahaan jika hanya berjalan sendiri, tapi bersama dengan seluruh orang di dalamnya.


Lantaran menjadi hobi sejak kecil, Robbins terbilang aktif dalam sebuah lembaga pelatihan hoki bagi anak-anak di Amerika Serikat (AS). Diberi label Positive Coaching Alliance-New York City, dia bersama dengan Komisaris Liga Hoki Nasional Amerika Serikat Garry Bettman secara rutin melakukan klinik pendidikan.

Lewat balai pelatihan ini, Robbins berharap dapat menularkan kecintaannya akan olahraga hoki, yang membawanya menjadi pria yang kompetitif dan mampu bekerjasama serta berani mengambil risiko. Lembaga pelatihan ini juga tak hanya membentuk anak-anak agar menjadi pemain yang tangguh, melainkan juga mendidik para pelatih, guru dan pemain.

Kerabat Robbins yakni Jonathan Barry dari Goldman Sachs dan Glen Matsumoto dari Actis pun juga ikut berkontribusi dalam organisasi ini. Bloomberg melaporkan, Robbins telah masuk ke dalam organisasi lembaga pelatihan hoki ini sejak masih duduk di usia 10 tahun hingga saat ini.

Editor: Tri Adi