RUPSLB Bumi Resources Minerals (BRMS) setujui right issue



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dalam gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (6/8) menyetujui rencana right issue alias Penawaran Umum Terbatas II. Adapun, penawaran ini dalam rangka penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), serta rencana Penerbitan Waran beserta Penerbitan Saham hasil konversi Waran. 

Direktur dan Investor Relations BRMS Herwin W. Hidayat mengungkapkan detail besaran dana yang disasar masih belum bisa disampaikan terlebih dahulu. "Kami harus mengacu ke peraturan pasar modal. Harga right issue, nilai besaran, info  pembeli siaga dan lainnya baru akan disampaikan saat penyampaian prospektus ke OJK," ujar Herwin kepada Kontan, Jumat (6/8).

Merujuk pemberitaan Kontan sebelumnya, BRMS berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham seri B. Perusahaan Grup Bakrie ini juga berencana menerbitkan 8,5 miliar Waran Seri III yang menyertai penerbitan saham tersebut.


Dalam keterangan manajemen, dana hasil right issue ini bakal digunakan untuk mendanai pengembangan proyek tambang emas di Gorontalo.

Baca Juga: Perusahaan tambang batubara gencar menggarap proyek hilirisasi dan energi hijau

Nantinya, pengembangan proyek emas ini bakal meliputi sejumlah pekerjaan antara lain, pembangunan satu pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 2.000 ton per hari, pembangunan fasilitas pendukung proyek tambang (waste dump, sediment pond, powerhouse, warehouse, nursery facility, gudang bahan peledak, dll) serta untuk  aktivitas pengeboran di beberapa prospek emas dalam usahanya untuk menambah jumlah cadangan bijih emas di lokasi tambang Motomboto (Gorontalo).  

Pekerjaan lainnya yakni pembangunan infrastruktur jalan tambang (hauling road) sepanjang lebih dari 30 kilometer dengan lebar 12 meter dan fasilitas jembatan sepanjang 75 meter dari Pelabuhan Tombolilato ke lokasi tambang emas dan tembaga.

Selanjutnya, BRMS juga akan membangun Fasilitas Pengelolaan Limbah (Tailing Management Facility), termasuk pengeringan limbah bijih, tailing dam, dan detoxification plant. Tak ketinggalan, dana hasil rights issue juga akan dialokasikan untuk pembelian alat-alat berat, perlengkapan, peralatan tambang, serta untuk mendanai kebutuhan modal kerja perusahaan dan anak-anak usahanya.

Editor: Handoyo .