Rusuh, agen Dinas Rahasia AS melarikan Trump ke bunker bawah tanah Gedung Putih!



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Agen Dinas Rahasia AS bergegas membawa Presiden Donald Trump ke bunker Gedung Putih pada Jumat malam ketika ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih. Berdasarkan laporan AP, beberapa dari mereka melemparkan batu dan menembus barikade polisi.

Diberitakan, sumber AP membisikkan, Trump menghabiskan waktu hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat seperti serangan teroris.

Keputusan tiba-tiba oleh para agen Secret Service menggarisbawahi suasana kacau di dalam Gedung Putih, di mana teriakan dari pengunjuk rasa di Lafayette Park dapat terdengar sepanjang akhir pekan dan agen-agen Dinas Rahasia dan petugas penegak hukum berjuang untuk menahan kerumunan.


Baca Juga: Demonstrasi kematian George Floyd di AS meluas ke Eropa, ini detail kasusnya

Aksi protes pada Jumat (29/5/2020) lalu dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah lehernya dijepit oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis. Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas. Mereka memicu salah satu peringatan tertinggi di kompleks Gedung Putih sejak serangan 11 September 2001.

"Gedung Putih tidak mengomentari protokol dan keputusan keamanan," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere. Secret Service mengatakan tidak membahas cara dan metode operasi perlindungannya. Kepindahan presiden ke bunker pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.

Baca Juga: Washington memperpanjang jam malam! Militer dikerahkan di kota-kota besar AS

Sekitar satu jam kemudian Trump menuliskan tweeted "BERITA PALSU!". Namun tidak jelas apakah ia merujuk pada cerita Times.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie