Saat ini tren restrukturisasi perusahaan pembiayaan telah menurun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama masa pandemi Covid-19, industri multifinance terus memproses restrukturisasi pembiayaan bagi debitur yang terdampak. 

Melalui ketentuan POJK 58/2020 terkait kebijakan countercyclical di LJKNB, OJK melanjutkan kebijakan relaksasi yang telah diterbitkan di tahun 2019, yaitu antara lain mengenai perpanjangan jangka waktu kebijakan restrukturisasi dampak Covid-19 sampai dengan tahun 2022. 

Salah satu perusahaan pembiayaan PT Mandiri Utama Finance (MUF) pun melihat adanya tren penurunan restrukturisasi di tahun ini. Hingga Akhir Mei 2021, MUF hanya melakukan restrukturisasi di bawah 20% dari portfolio MUF.


"MUF telah melakukan restrukturisasi hingga puncaknya mencapai hampir 30% dari total portfolio, yang terjadi di Agustus 2020 lalu. Dan selanjutnya menurun hingga di akhir Mei 2021 sudah di bawah 20% dari total portfolio," kata Direktur Utama MUF Stanley Setia Atmadja kepada Kontan.co.id, Rabu (16/6).

Baca Juga: Lender Modal Rakyat naik empat kali lipat pada Mei 2021, ini faktor pendorongnya

Stanley menjelaskan, MUF tetap berkomitmen untuk mendukung program pemulihan ekonomi salah satunya adalah program restrukturisasi yang telah diperpanjang oleh OJK, dimana dalam pelaksanaannya tetap akan dilakukan dengan hati-hati dan terus memperhatikan perkembangan pandemi maupun dampak ekonomi yang masih terus dinamis.

Dari sisi pendanaan, pada tahun 2021 MUF masih akan fokus pada pinjaman bilateral dari perbankan. Dimana Stanley menyebut, sampai saat ini dukungan para mitra bank sangat baik, sehingga kebutuhan pendanaan tahun ini cukup aman untuk mendukung penyaluran pembiayaan yang direncanakan.

"Untuk menjaga pencapaian target pembiayaan akan dilakukan dengan tetap membina kerja sama yang baik dengan semua mitra penyaluran pembiayaan, terus meningkatkan process excellence akuisisi pembiayaan dan senantiasa menghadirkan produk-produk pembiayaan yang menarik dan sesuai kebutuhan pada calon nasabah," ujar Stanley.

Sementara itu, Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim juga sepakat bahwa tren restrukturisasi sudah jauh menurun jika dibandingkan pada saat awal program diluncurkan.

"Dari awal program diluncurkan hingga saat ini, restrukturisasi yang diberikan BCA Finance senilai hampir Rp 9 triliun. Kami juga melakukan restrukturisasi tahap kedua, dengan analisa yang selektif bagi konsumen yang membutuhkan," ujar Roni.

Sementara itu, Roni mengatakan, untuk tahun ini pihaknya masih dapat memenuhi kebutuhan pendanaan dari likuiditas internal yang pihaknya miliki, jadi belum memerlukan untuk mencari pendanaan baru.

Kreditur BCA Finance dari perbankan juga kata Roni masih sangat terbuka menawarkan pinjaman, namun likuiditas BCA Finance masih cukup untuk memenuhi pendanaan atas pembiayaan yang disalurkan. "Upaya untuk mendorong pembiayaan kami lakukan melalui penawaran paket yang menarik, promosi, dan pengadaan event-event virtual," ujar Roni.

Editor: Handoyo .