Saham batubara tergelincir setelah kesepakatan iklim Glasgow



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Perjanjian internasional untuk mengurangi penggunaan batubara menyeret saham batubara Asia sedikit lebih rendah pada Senin (15/11). 

Tapi, pasokan batubara yang masih ketat memberikan dasar yang kuat bagi banyak saham di sektor yang telah mencatatkan keuntungan besar tahun ini.

Mengutip Reuters, pembicaraan iklim PBB di Glasgow berakhir pada Sabtu (13/11) dengan kesepakatan yang menargetkan penggunaan bahan bakar fosil. 


Kata-kata diperlunak untuk menyerukan "penurunan bertahap" dibanding "penghapusan bertahap" batubara setelah antara lain ada lobi dari India.

Baca Juga: Harga saham PTBA & UNVR melemah di sesi pertama bursa Senin (15/11)

"Kenyataannya adalah batubara akan digunakan selama dekade berikutnya atau lebih. Itu masih akan menjadi penghasil uang," kata Mathan Somasundaram, Chief Executive Officer Deep Data Analytics yang berbasis di Sydney, kepada Reuters.

Harga saham penambang batubara besar di China, Shenhua Energy dan Yanzhou Coal masing-masing turun 1% dan 4% di bursa Hong Kong, di mana pasar saham yang lebih luas sebagian besar stabil.

Di Indonesia, pengekspor batubara terbesar dunia, penurunan lebih nyata. Harga saham Bumi Resources turun 4%, Indika Energy turun 6%, Adaro Energy turun 4%.

Saham penambang batubara termal yang terdaftar di bursa Australia, Whitehaven Coal, turun 2% dan New Hope turun 0,5%. Penambang batubara metalurgi South32 dan Coronado Global Resources masing-masing turun 2% dan 3%.

Baca Juga: Kinerja saham sektor komoditas jadi juara, simak rekomendasi analis berikut

Editor: S.S. Kurniawan