Saling klaim pulau di Laut Jepang, hubungan Jepang dan Korea makin memanas



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang memperbarui klaimnya atas pulau yang diperebutkan di Laut Jepang dengan Korea Selatan pada acara tahunan, Senin (22 Februari), meningkatkan ketegangan antara dua negara bertetangga ini.

Senin adalah hari peringatan Jepang menempatkan pulau itu di bawah yurisdiksi Prefektur Shimane pada 1905 silam. Jepang telah mengadakan upacara tahunan itu sejak 2006 dalam upaya untuk meningkatkan klaim atas pulau tersebut.

Pulau kecil tak berpenghuni yang kaya akan tempat penangkapan ikan di lepas pantai Barat Laut Shimane ini disebut Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan. Pulau itu telah secara efektif dikendalikan oleh Korea Selatan sejak 1950-an.


Yoshiaki Wada, pejabat Kantor Kabinet yang mewakili pemerintah pusat pada upacara di ibu kota Prefektur Matsue, menuduh "pendudukan Korea Selatan tidak sah yang tidak memiliki dasar hukum apa pun di bawah hukum internasional".

Baca Juga: Sengketa Senkaku dengan China, Amerika siap bela Jepang kalau diserang

"Ini sama sekali tidak bisa diterima," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Gubernur Shimane Tatsuya Maruyama mengkritik tindakan Korea Selatan di pulau itu termasuk latihan militer sebagai "upaya untuk menjadikan pendudukan Takeshima sebagai fakta yang ingin dicapai"

Dia pun mendesak Pemerintah Jepang untuk menyelesaikan perselisihan melalui diplomasi.

Provokasi yang sia-sia

Melansir Channel News Asia, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengecam Jepang karena melanjutkan "provokasi yang sia-sia" dengan mengadakan acara tahunan tersebut.

Baca Juga: Dua hari berturut-turut Jepang pergoki kapal China di sekitar Kepulauan Senkaku

Editor: S.S. Kurniawan