Sambut PSAK 72, bagaimana strategi Ciputra Development dan Intiland?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun lalu, emiten properti memasuki era baru, yaitu berlakunya pembukuan menggunakan PSAK 72. Aturan ini menegaskan bahwa suatu proyek dapat dibukukan menjadi pendapatan apabila telah dilakukan serah terima. 

Sebelumnya, PT PP Properti Tbk (PPRO) mengatakan perusahaan akan mulai fokus pada proyek rumah tapak (landed house) untuk menyongsong era PSAK 72. Alasannya, rumah tapak cenderung lebih cepat diserahterimakan. 

Baca Juga: Hadapi PSAK 72, PPRO targetkan 20% marketing sales dari proyek landed house


Berbeda dengan PPRO, PT Intiland Development Tbk (DILD) justru tidak memberikan strategi bisnis khusus dengan berlakunya era ini. Pasalnya pengenaan aturan ini tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. 

"PSAK hanya pencatatan saja, tidak mempengaruhi rencana kerja. Hanya mesti dijelaskan penyajiannya kepada investor nanti," jelas Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono kepada Kontan, Rabu (5/2). 

Sejauh ini porsi bangunan high rise terhadap pendapatan perusahaan mencapai 60%, sedangkan rumah tapak dan industri mencapai 40%. 

Baca Juga: Ini 10 saham oversold dengan fundamental solid

Sejauh ini perusahaan masih akan fokus pada proyek-proyek high rise terutama di Jakarta dan Surabaya. Perusahaan menetapkan target marketing sales tahun ini mencapai Rp 2,5 triliun. 

Editor: Tendi Mahadi