Sat Nusapersada (PTSN) melirik peluang pasar industri laptop tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk laptop. Di tengah proses penyusunan kebijakan pemerintah yang masih berlangsung itu, emiten yang bergerak di bidang usaha perakitan alat-alat elektronik, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN), sudah bersiap mengail peluang bisnis dari sektor industri laptop.

Direktur Utama PTSN, Abidin Fan mengungkapkan, PTSN sudah mengantongi kesepakatan dengan sebuah brand laptop untuk melakukan kerja sama produksi. Rencananya, produksi laptop dalam kerja sama ini dimulai pada kuartal kedua tahun 2022 nanti.

Brand ini adalah cukup populer di Indonesia, jadi saya belum sebut namanya,” ujar Abidin dalam acara paparan publik yang disiarkan virtual, Senin (6/12).


Industri laptop merupakan industri yang terbilang baru bagi PTSN. Selama ini, berdasarkan catatan manajemen, sebagian besar pelanggan PTSN didominasi oleh pelanggan dari industri smartphone

Baca Juga: Kemenperin dorong produktivitas dan daya saing industri elektronik

Per September 2021 ini, porsi kontribusi segmen pelanggan tersebut mencapai 40% dalam pendapatan PTSN. Sekitar 60% sisanya masing-masing berasal dari pelanggan di industri elektronik untuk penggunaan sehari-hari alias consumer electronics sekitar 30%, dan industri jaringan sekitar 30%.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang usaha perakitan alat-alat elektronik, pendapatan PTSN berasal dari 2 lini usaha, yakni Pendapatan Industri serta Pendapatan Jasa Perakitan. 

Pada  lini Pendapatan Industri, PTSN berperan menyediakan bahan baku sekaligus jasa perakitan bagi pelanggan. Sementara itu, pada lini Pendapatan Jasa Perakitan, PTSN hanya menyediakan jasa perakitan saja, sedang bahan baku disiapkan sendiri oleh pelanggan.

Abidin tidak merinci seperti apa model kerja sama yang akan digarap dengan brand laptop yang dimaksud. Yang terang, Abidin menuturkan bahwa PTSN sudah memiliki kesepakatan harga dengan brand laptop tersebut. “Kontribusi (produksi laptop dalam pendapatan tahun depan) ada, tapi kita belum tahu persentasenya berapa, tergantung respon market, tapi saya rasa cukup besar,” tutur Abidin.

Editor: Handoyo .