Sebelum era digital bank dimulai, bank konvensional memacu digital lending di 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebelum era bank digital dimulai, berbagai bank telah mencuri start meluncurkan produk digital lending. Lewat produk ini, perbankan memberikan kredit kepada para nasabah dengan proses digital jauh dari kata konvensional. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) misalnya telah memperkenalkan platform Ceria sejak akhir 2019. Hingga akhir 2020 lalu, penyaluran kredit lewat Ceria memiliki outstanding senilai Rp 21,2 juta dengan sales volume sebesar Rp 61 miliar. Pengguna Ceria ini telah mencapai 11.676 di pengujung tahun lalu. 

Direktur Konsumer BRI Handayani menyatakan lanskap finansial Indonesia berubah ketika digital banking menjadi katalisator perubahan pilihan dan perilaku nasabah. Peta jalan strategi konsumer banyak ditata ulang menghadapi perubahan ini baik dari sisi konsumen dan kompetisi.


“Namun justru perubahan ini membuat perkembangan consumer loan mengalami percepatan dengan kecepatan dan efisiensi. Ini yang membuat perkembangan consumer loan akan semakin cepat bagi perbankan yang mampu mengantisipasi perubahan ini,” ujar Handayani kepada Kontan.co.id pada Jumat (12/3).

Baca Juga: Ada Biaya Administrasi (MDR) di Ketukan E-Money

Melihat hal itu, bank dengan aset nomor wahid ini menargetkan setidaknya terjadi pertumbuhan dobel digit digital lending di 2021. Guna mencapai tersebut, BRI akan melakukan integrasi dan sinergi dengan major platform untuk mendukung tumbuhnya ekosistem inklusi finansial. “Kami berupaya menciptakan customer journey yang mudah dan nyaman bagi para nasabah melalui digital onboarding yaitu CERIA dan Pay Later. Nasabah dapat mengajukan pinjaman di mana saja dengan proses yang lebih cepat,” tambah dia. 

Apalagi bunga pinjaman yang ditawarkan oleh Ceria 1,42% per bulan. Dia menyatakan sumber dana pada penyaluran digital lending ini berasal dari dana pihak ketiga (DPK) milik bank. 

Selain platform Ceria, BRI juga menyalurkan digital lending melalui Traveloka PayLater. Hingga akhir tahun outstanding sebesar Rp 342,2 juta dengan sales volume sebesar Rp 680 miliar dari 44.819 pengguna. 

Baca Juga: Ancang-ancang Taper Tantrum, Jebakan Banjir Likuiditas dari Amerika

Tak mau kalah dengan induk perusahaan, PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) juga memiliki platform digital lending lewat aplikasi Pinang. Pinjaman ini memiliki bunga pinjaman sebesar 1,24%. 

Direktur Utama BRI Agro Ebeneser Girsang bilang total penyaluran kredit lewat Pinang hingga 2020 mencapai Rp 70,6 miliar. Kredit itu disalurkan ke segmen konsumer untuk individual.

“Prospek kredit konsumer 2021 dengan adanya Covid-19 masih dilakukan secara prudent. Untuk pertumbuhan kredit dilakukan secara moderat dengan melakukan pemasaran kepada whitelist sesuai dengan credit scoring dan meningkatkan pemasaran melalui cara digital,” ucap Ebeneser kepada Kontan.co.id pada Jumat (14/3).

Dia menyebut sumber dana pada digital lending ini juga menggunakan DPK bank. Selain itu, BRI Agro juga bekerjasama dengan fintech sebagai lender atau penyedia dana. Untuk dana yang digunakan dalam penyaluran partnership itu juga menggunakan DPK bank.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 mengubah cara pandang akan pentingnya pengelolaan keuangan

Editor: Wahyu T.Rahmawati