Sejarah ekonomi Indonesia dalam mata Boediono



JAKARTA. Wakil Presiden ke-11 RI Boediono menerbitkan buku terbarunya berjudul "Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah" yang menyajikan perjalanan sejarah ekonomi sebagai ilmu terapan dalam masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia.

Dalam acara diskusi dan peluncuran buku terbarunya di Goethe-Institut, Jakarta, Kamis (15/9), Boediono menyinggung bahwa tidak ada jalan pintas dalam ekonomi serta banyak kendala dalam penerapannya untuk memecahkan masalah.

Buku tersebut juga menyajikan situasi ekonomi politik yang dihadapi dalam suatu masa serta opsi apa yang terbuka untuk mengatasinya dilihat dari sudut pandang pengambil keputusan.


"Untuk mengetahui bahwa tidak semudah itu, banyak kendala dalam praktik menerapkan ilmu ekonomi untuk memecahkan masalah," kata Boediono.

Buku tersebut juga menyimpulkan bahwa hakikat pembangunan adalah hasil interaksi proses ekonomi dan politik yang saling mempengaruhi secara timbal balik.

Secara umum, sasaran ekonomi tunduk pada sasaran politik. Akan tetapi, pada masa tertentu, misalnya krisis, sasaran ekonomi menempati urgensi tinggi dan menyubordinasi sasaran politik.

"'Gap' antara politik dan ekonomi akan selalu ada, pemangku kepentingan harus bisa mengelola jarak tersebut karena kalau terlalu lebar akan ada penyesuaian yang tidak menyenangkan," kata Boediono.

Buku "Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah" terbagi dalam dua bagian dan 11 bab, memaparkan perjalanan Indonesia dari masa sebelum kemerdekaan hingga masa kemerdekaan, termasuk gejolak perekonomian dunia yang memengaruhi kekuatan ekonomi.

Editor: Yudho Winarto