KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai membagikan dividen interim 2026 pada Oktober. Namun, di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi, pembagian dividen lebih berpotensi menjadi penyangga harga saham ketimbang penggerak utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor perlu mencermati jadwal pembayaran dividen pada 20–26 Oktober. Salah satu emiten dengan imbal hasil dividen (
dividend yield) paling besar adalah PT Golden Energy Mines Tbk (
GEMS), yang akan membagikan dividen interim Rp 622,93 per saham.
Dengan harga GEMS Rp 8.550 per saham pada penutupan Selasa (6/10), dividend
yield-nya mencapai sekitar 7,28%. Angka tersebut berada di atas mayoritas emiten yang membagikan dividen interim pada Oktober, yang rata-rata menawarkan
yield di bawah 5%.
Baca Juga: Asing Banyak Lepas Saham-Saham ini Saat IHSG Menguat 3 Hari Beruntun, Selasa (6/10) PT Teladan Prima Agro Tbk (
TLDN), misalnya, membagikan dividen interim Rp 233 per saham. Dengan harga saham Rp 7.000 per saham, yield dividen TLDN sekitar 3,33%. Sementara itu,
dividend yield emiten Grup Astra cenderung lebih moderat. PT Astra International Tbk (
ASII) membagikan dividen interim Rp 98 per saham atau total sekitar Rp 3,89 triliun. Berdasarkan harga saham ASII pada Selasa (6/10),
yield-nya sekitar 2,03%. Besaran yield yang relatif rendah juga terlihat pada PT Astra Agro Lestari Tbk (
AALI) dan PT Astra Otoparts Tbk (
AUTO), yang berada di kisaran 2%. Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai sebagian besar dividen interim Oktober tergolong moderat. Menurut dia, yield seperti ASII sekitar 2,1% belum cukup untuk mengimbangi tekanan makro yang masih dominan. "
Yield dividen belum cukup mengimbangi tekanan makro yang lebih dominan," kata Abida, Selasa (6/10).
Baca Juga: IHSG Melesat 1,21% ke 6.192, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing, Selasa (6/10) Meski demikian, pembagian dividen dapat menjadi penahan koreksi, terutama bagi saham dengan fundamental dan arus kas yang kuat. Namun, efek tersebut cenderung bersifat jangka pendek.