Sejumlah emiten lakukan buyback saham, berikut rekomendasi dari analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi pembelian kembali (buyback) saham masih ramai di Bursa Efek Indonesia (BEI), terbaru ada PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).

ROTI akan kembali menggelar buyback dan menganggarkan dana maksimal hingga Rp 480 miliar. Emiten produsen Sari Roti itu membatasi jumlah saham yang di buyback maksimal sebanyak 300 juta saham.

Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 21 Oktober 2021 hingga 20 Januari 2022 mendatang. Selain itu, ada emiten kesehatan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) yang tengah menggelar buyback dari 23 Agustus 2021 hingga 22 November 2021 mendatang, MIKA berencana buyback saham sebanyak-banyaknya 83 juta saham.


Ketiga, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga mengumumkan akan buyback sebanyak-banyaknya 250 juta saham mulai 20 Agustus 2021 hingga 19 November 2021 nanti. Dari emiten pertambangan, ada PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang menggelar buyback saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

Baca Juga: Tengok rekomendasi saham Jasa Marga (JSMR) dari Panin Sekuritas

Pembelian kembali saham ADRO ini akan dilakukan secara bertahap untuk periode tiga bulan, terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi diterbitkan (27/9) sampai dengan tanggal 26 Desember 2021.

Kemudian, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) pun akan membeli sebanyak-banyaknya 173,90 juta saham yang setara dengan 1,28% modal disetor. Dana yang dialokasikan untuk rencana ini sebanyak Rp 100 miliar.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan, emiten-emiten tersebut menggelar buyback saham dengan tujuan yang beragam. Misalnya saja untuk meningkatkan rasio kunci keuangan seperti return of equity (ROE), ada juga untuk menjadi katalis pendongkrak harga saham yang tengah lesu atau turun.

Tak hanya itu, ada juga yang bertujuan untuk mengurangi porsi kepemilikan saham publik sehingga harga saham lebih mudah untuk naik, serta ada yang melakukan buyback karena ada sinyal sahamnya sedang undervalued.

Sehingga, ia menjelaskan, emiten-emiten yang ramai melakukan buyback belum tentu memiliki harga saham yang sedang undervalued. Dari emiten-emiten yang melakukan buyback tersebut, Frankie menilai saham JRPT yang sedang undervalued dengan harga wajar di kisaran level Rp 800-Rp 850, ada juga MIKA dengan nilai wajar antara level Rp 2.500-Rp 2.800. KLBF juga dirasa sedang undervalued dengan nilai wajar di antara level Rp 1.800-Rp 1.900.

Baca Juga: Dapat rekomendasi beli, begini prospek Ciputra Development (CTRA)

Frankie melihat, ke depannya saham-saham tersebut berpotensi mencapai nilai wajarnya kembali, namun dalam waktu yang berbeda-beda dan tergantung sentimen yang ada.

"Dampak positif buyback bagi emiten salah satunya untuk meningkatkan rasio penting dalam laporan keuangannya, seperti EPS. Terlebih lagi menuju penutupan tahun emiten-emiten ramai menyediakan laporan keuangan tahunan yang terbaik," paparnya, Kamis (21/10).

Editor: Tendi Mahadi