Sekolah Malaysia jadi ajang penyebaran Covid-19, seruan kelas virtual mengemuka lagi



KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Hampir 5.000 infeksi Covid-19 di sekolah-sekolah seluruh Malaysia telah dilaporkan tahun ini. Hal ini memicu seruan agar pemerintah memberlakukan kembali kebijakan untuk kembali ke kelas virtual. Kondisi ini didorong meningkatnya kekhawatiran orang tua tentang pembelajaran tatap muka di kelas.

Melansir The Straits Times, Ketua Asosiasi Orang Tua-Guru Nasional Assoc Prof Mohd Ali Hassan mengatakan situasinya saat ini mengkhawatirkan.

"Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan harus segera mengambil tindakan dengan menutup sekolah untuk sementara waktu sampai situasinya stabil," katanya kepada Straits Times.


“Kami khawatir penularan bisa menyebar jika protokol keselamatan tidak diikuti saat mengunjungi tempat-tempat umum seperti bazar Ramadhan dan pusat perbelanjaan,” ujarnya.

Baca Juga: Eropa dan Asia dilanda gelombang baru corona, bagaimana dengan Indonesia?

Dia menambahkan, penundaan vaksinasi guru juga membuat mereka rentan tertular virus.

Menurut Menteri Kesehatan Adham Baba, 83 cluster Covid-19 yang melibatkan sektor pendidikan telah tercatat tahun ini, dengan 4.868 infeksi pada 20 April.

"Dari 83 cluster tersebut, 49 cluster yang melibatkan 2.617 kasus masih aktif, sedangkan 34 cluster dengan 2.251 kasus sudah berakhir," kata Adham dalam keterangan resminya, Rabu (21/4).

Baca Juga: Mahathir desak Raja Malaysia cabut kondisi darurat Covid-19

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie