Semarak pada 2023, Transaksi PUAB Perbankan Diyakini Tetap Ramai pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Transaksi pasar uang antar perbankan (PUAB) tetap ramai di sepanjang tahun 2023 seiring dengan era suku bunga tinggi dan upaya perbankan untuk mengoptimalkan likuiditasnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), volume rata-rata harian (RRH) transaksi PUAB rupiah per November 2023 tercatat sebesar Rp 20,21 triliun, naik 81,25% secara tahunan dari Rp 11,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun volume RHH transaksi PUAB rupiah overnight sebesar Rp 11,79 triliun dengan suku bunga rata-rata di level 5,86%. Posisi ini naik 6,12% dari volume RRH bulan sebelumnya yang sebesar Rp 11,11 triliun dengan suku bunga rata-rata di level 5,68%.


Sementara itu di periode yang sama, volume rata-rata-rata harian (RHH) transaksi PUAB Valas mengalami penurunan menjadi US$ 219 juta dari US$ 248 juta, dengan volume RHH transaksi PUAB overnight sebesar US$ 127 juta dengan suku bunga rata-rata berada di level 5,36%. 

Baca Juga: Hingga Akhir Tahun 2023, Bank Raya Punya Lebih dari 800 Ribu Nasabah

Posisi ini menurun 4,5% dibanding volume RHH bulan sebelumnya yang sebesar US$ 133 juta dengan suku bunga rata-rata 5,34%.

Meski begitu LPS memprediksi volume aktivitas PUAB ke depannya diperkirakan akan terus tumbuh positif sejalan dengan peningkatan kebutuhan likuiditas bank terutama untuk aktivitas penyaluran kredit. 

Pada saat yang sama suku bunga PUAB rupiah juga diperkirakan masih akan meningkat dipengaruhi strategi operasi moneter Bank Indonesia meskipun suku bunga BI7DRR dipertahankan tetap.

Adapun para bankir optimis tahun 2024 transaksi PUAB di perbankan akan tetap ramai, sebagaimana dengan tren yang tercatat di sepanjang tahun 2023.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya, yang sepanjang tahun 2023 mencatatkan transaksi PUAB yang tetap ramai, bahkan menunjukkan tren yang terus meningkat dibandingkan tahun 2023.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, selama tahun 2023  BRI mencatatkan peningkatan volume transaksi PUAB sebesar 236% dan peningkatan frekuensi transaksi PUAB sebesar 133%.

"Volume Penempatan dana BRI di bank lain hingga akhir tahun 2023 juga ikut meningkat dibandingkan tahun 2022," kata Hendy kepada Kontan, Sabtu (6/1).

Baca Juga: Bankir Optimistis Target KUR Tahun Ini Bakal Tercapai

Lebih lanjut Hendy menyebut Bank Indonesia, Kementerian keuangan, OJK dan pelaku pasar saat ini terus bersinergi dalam pengembangan pasar keuangan nasional, melalui transaksi repo. 

Transaksi repo merupakan salah satu inisiatif dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU 2025) Bank Indonesia untuk membangun pasar uang yang modern dan maju di era digital. 

"Diharapkan ke depannya dalam pengelolaan likuiditas bank tidak hanya mengoptimalkan melalui transaksi PUAB saja, tapi juga dengan melalui transaksi repo," jelas Hendy.