Sembari menanti vaksin, ini 6 rekomendasi LIPI agar hidup berdamai dengan Covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hidup berdamai dengan Covid-19, marak digaungkan oleh berbagai pihak, sebab tidak dapat diketahui pastinya kapan pandemi yang melanda hampir seluruh negara di dunia ini akan berakhir. 

Berdasarkan data global hingga Rabu (20/5/2020) pagi, ada 213 negara yang sudah terjangkit Covid-19 dengan total infeksi 4.985.825 kasus. Untuk Indonesia, hingga Selasa (19/5/2020), jumlah kasus terkonfirmasi adalah 18.496 kasus. Jumlah kasus tersebut terhitung sejak Presiden Jokowi mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Tanah Air, yakni 2 Maret 2020. 

Berkaitan dengan pencegahan Covid-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan keterangan bahwa kemungkinan besar vaksin dapat didistribusikan secara massal kepada masyarakat pada akhir tahun 2021. 


Baca Juga: Update Corona di Indonesia, Selasa (19/5): 18.496 kasus, 1.221 meninggal dunia

Ini artinya, butuh waktu sekitar 1,5 tahun hingga vaksin benar-benar tersedia dan dapat digunakan untuk mencegah paparan virus corona SARS-CoV-2. Kendati demikian, dalam waktu itu hidup harus terus berjalan. Melihat kondisi ini, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, mengatakan pentingnya melakukan mitigasi berbasis data untuk dapat bertahan dan beradaptasi dengan Covid-19 ini. 

"Sampai vaksin ditemukan dan imunisasi massal dilakukan, adaptasi masyarakat dengan Covid-19 harus melalui mitigasi yang terkontrol dan berbasis data," kata Handoko. 

Baca Juga: Saat di rumah saja, begini 8 cara meningkatkan imunitas tubuh

Berikut 6 rekomendasi LIPI agar kita bisa hidup berdamai dan beradaptasi dengan Covid-19. 

1. Kontrol dan mitigasi terukur 

Menurut Handoko, kontrol dan mitigasi yang terukur ini dapat berperan untuk menyeimbangkan dilakukannya pengaktifan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, kata dia, mitigasi yang bisa dilakukan bisa berfokus pada skrining massal di simpul mobilitas publik berbasis Rapid Diagnostic Test (RDT) dan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) di lokasi kerumunan permanen seperti di rumah sakit, sekolah, kampus dan perkantoran serta industri.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie