Sempat terkendala cuaca, Samindo Resources (MYOH) akan genjot kinerja di Semester II



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samindo Resources (MYOH) akan menggenjot kinerja operasionalnya di sepanjang semester II tahun ini. Sebab, pada periode semester pertama, kinerja operasional MYOH terkendala cuaca.

Direktur Operasi dan Pengembangan Samindo Resources Ahmad Saleh menjelaskan, memasuki Kuartal Kedua intensitas curah hujan diprediksi akan lebih rendah dibandingkan Kuartal Pertama. Namun kondisi aktual yang terjadi di lapangan curah hujan tetap meningkat di bulan April dan Juni.

"Nah ini yang kemarin cukup menjadi hambatan di kegiatan operasional kita. Kondisi cuaca cukup menjadi tantangan" kata Saleh dalam temu media di Jakarta, Rabu (28/8).


Baca Juga: Samindo Resources (MYOH) sudah serap belanja modal US$ 14,6 juta

Kendati begitu, Saleh mengungkapkan bahwa kinerja keuangan dan operasional MYOH tetap terjaga. Dari sisi keuangan, MYOH mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi US$ 120,87 juta, atau naik sebesar 8,1% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu.

Namun dari sisi laba, MYOH memang mencatatkan penurunan sebesar 14,52% menjadi US$ 11,3 juta dibandingkan Semester I tahun lalu yang ada di angka US$ 13,22 juta.

Selain dipengaruhi oleh faktor cuaca, Investor Relation Manager MYOH Ahmad Zaki mengatakan, penurunan laba tersebut lantaran pihaknya telah melakukan penambahan alat, sehingga menambah biaya bahan bakar dan perawatan.

Baca Juga: Samindo Resources (MYOH) siap masuk bisnis energi terbarukan

"Penambahan alat-alat berat telah dilakukan oleh sejak awal akhir Kuartal pertama berupa 10 dump truck," kata Zaki.

Dengan penambahan dump truck tersebut, sambung Zaki, MYOH menjadi bisa menggenjot aktivitas operasional saat tidak terjadi hujan. Menurut Zaki, hal itu cukup berdampak positif terhadap kinerja operasional MYOH, yang tercermin dari terjaganya volume pengupasan batuan penutup dan naiknya volume batubara yang berhasil ditambang.

Zaki menjelaskan, volume batuan penutup yang berhasil dipindahkan MYOH sampai dengan Juli 2019 mencapai 30.7 juta bank cubic meter (bcm) atau naik 3.1% dibandingkan dengan Juli 2018. Sedangkan volume batubara yang berhasil ditambang MYOH mencapai 6.8 juta ton atau naik hingga 31.2%.

Baca Juga: MYOH realisasikan volume overburden removal 30 juta BCM sampai Juli 2019

"Rendahnya intensitas curah hujan selama bulan Juli adalah faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut," ungkapnya.

Adapun, hingga akhir tahun nanti, MYOH membidik volume overburden removal sebesar 58,1 juta bcm, dan coal getting sebanyak 10,7 juta ton.

Editor: Yudho Winarto