Setelah 12 tahun, Benjamin Netanyahu tersingkir dari jabatan Perdana Menteri Israel



KONTAN.CO.ID - TEL AVIV. Rekor 12 tahun yang dipegang Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel akhirnya berakhir pada hari Minggu (13/6/2021). Saat itu, parlemen Israel menyetujui "pemerintah perubahan" baru yang dipimpin oleh nasionalis Naftali Bennett. Ini merupakan sebuah skenario mustahil yang pernah dibayangkan oleh beberapa orang Israel.

Melansir Reuters, di Tel Aviv, ribuan orang menyambut baik hasil pertemuan, setelah empat kali pemilihan umum yang tidak meyakinkan dalam dua tahun.

"Saya di sini merayakan akhir dari sebuah era di Israel," kata Erez Biezuner di Rabin Square. "Kami ingin mereka berhasil dan menyatukan kami lagi," tambahnya, saat para pendukung pemerintah baru yang mengibarkan bendera bernyanyi dan menari di sekelilingnya.


Akan tetapi Netanyahu, 71 tahun, mengatakan dia akan kembali lebih cepat dari yang diharapkan. "Jika kami ditakdirkan untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan kepala tegak sampai kami dapat menggulingkannya," katanya kepada parlemen sebelum Bennett dilantik.

Baca Juga: Serangan roket hantam markas kontraktor militer AS di Irak

Pemerintah baru sebagian besar berencana untuk menghindari langkah besar pada isu-isu internasional yang hangat seperti kebijakan terhadap Palestina, dan untuk fokus pada reformasi domestik. 

Warga Palestina tidak tergerak oleh perubahan pemerintahan Israel. Mereka memprediksi bahwa Bennett, mantan kepala pertahanan yang menganjurkan pencaplokan bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki, akan mengejar agenda sayap kanan yang sama seperti pemimpin partai Likud Netanyahu. 

Baca Juga: Hamas merilis audio yang berisi suara tentara Israel yang ditawan

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie