Siap Produksi Alat Deteksi Covid-19 (GeNose C19) Secara Massal, UGM Cari Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tim ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses memproduksi alat pendeteksi virus corona (Covid-19) yang diberi nama GeNose C19. Ke depan, UGM akan memproduksi alat pendeteksi paling cepat dan paling murah tersebut, secara massal.

Prof. Dr. Paripurna, S.H., M.Hum., LL.M Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM mengatakan, pihaknya kini mencari investor yang bersedia bekerjasama membiayai produksi GeNose C19 secara massal. UGM, lanjut Paripurna, menargetkan hingga akhir Februari 2021 mampu memproduksi setidaknya 10.000 unit GeNose C19.

Sejumlah nama calon investor strategis, lanjut Paripurna, sudah ada dalam daftar UGM. Namun hingga saat ini, UGM belum tahap mengajukan tawaran kerjasama tersebut kepada sang calon investor.


"Kami harus mencari pinjaman lunak atau sokongan pendanaan dari investor yang berkenan membantu," tandas Paripurna, kepada KONTAN, Sabtu (26/12).

Baca Juga: GeNose C19, Alat Deteksi Covid-19 Paling Cepat dan Berbiaya Murah Besutan UGM

Paripurna menambahkan, saat ini juga telah terbentuk satu konsorsium yang berkomitmen membantu produksi GeNose C19 dengan spesialisasinya masing-masing. Mereka terdiri dari Mereka terdiri dari PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT Swayasa Prakarsa (assembly, perijinan, standar, QC/QA, bisnis).

Adapun casing GeNose C19 saat ini diproduksi di Yogyakarta. Demikian juga dengan proses assembling, lanjut Paripurna, dikerjakan di Science Techno Park UGM Yogayakarta.

Untuk tingkat akurasi GeNose C19, berikut ini adalah sejumlah penjelasan dari tim ahli UGM.

1. Sensitivity 92%. Hal ini mengandung arti, GeNose C19 mampu membaca adanya tanda positif Covid-19 dengan peluang 92%.

2. Specificity 94%. Hal ini mengandung arti, GeNose C19 mampu membaca tanda negatif Covid-19 dengan peluang 94%.

3. Positive Predictive Value (PPV) 87%. Hal ini mengandung arti, bahwa yang benar-benar (true) positif dari hasil deteksi dengan GeNose C19, adalah 87 pasien dari 100, misalkan. Adapun 13 diantaranya false negative. Dengan kata lain, “Jika tes seseorang positif, berapa probabilitas dia betul-betul menderita penyakit?”.

4. Negative Predictive Value (NPV) 97% artinya bahwa yang benar² (true) negatif dari hasil deteksi dengan GeNose C19 adalah 97 pasien dari 100, misalkan. Adapun 3 diantaranya false negative. Bisa juga dikatakan, “Jika tes seseorang negatif, berapa probabilitas dia betul-betul tidak menderita penyakit?”.

5. Positive Likelihood Ratio 16.4x. Hal ini berarti, akan lebih sering mendapati 16,4 kali pasien positif dibanding negatif

6. Negative Likelihood Ratio 0,09x. Hal ini berarti akan mendapati 0,09 kali pasien lebih sering negatif dibanding positif 

Disinggung mengenai biaya produksi, Paripurna mengatakan alat tersebut sebelum masuk ke distributor pemasaran, harganya masih berkisar Rp 49 juta. "Namun kalau sudah diedarkan oleh distributor nanti, tentu harganya akan menyesuaikan," imbuhnya.

Editor: Yuwono triatmojo