Siapkan capex hingga US$ 80 juta, simak rencana kerja Archi Indonesia (ARCI) di 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu penghasil emas murni (pure-play gold producer) terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) bertekad untuk terus menambah produksi emas pada tahun-tahun mendatang. Hal itu dilakukan dengan terus menjalankan kegiatan eksplorasi demi mencari cadangan bijih emas baru bersamaan dengan peningkatkan kapasitas pabrik pengolahan.

Pada tahun ini, Archi menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 70 juta-US$ 80 juta. Nilai ini setara Rp 1 triliun-Rp 1,2 triliun. "Dananya akan digunakan untuk aktivitas eksplorasi, peningkatan kapasitas pabrik, dan keperluan lainnya. Kas internal perusahaan telah siap untuk memenuhi kebutuhan capex tersebut," kata Sekretaris Perusahaan PT Archi Indonesia Tbk Harry Margaran, Jumat (9/7).

Perlu diketahui, per akhir Desember 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang kurang dari 10% dari keseluruhan lahan konsesi yang seluas 40.000 hektare. Oleh karena itu, di tahun 2021 dan 2022, Archi akan fokus untuk mengeksplorasi area near-mine dan Koridor Barat (Western Corridor) dari Tambang Toka Tindung yang lokasinya terletak sekitar 35 km timur utara dari Manado, Sulawesi Utara. 


Baca Juga: Archi Indonesia (ARCI) Menargetkan Pertumbuhan Produksi Emas Stabil di 15%

Kedua area tersebut menjadi fokus Archi karena potensial memberikan tambahan cadangan bijih emas yang besar bagi perusahaan. Area near-mine adalah target pengembangan dari lokasi penambangan (pit) Archi saat ini, yakni di sebelah timur konsesi. Sementara Western Corridor yang baru mulai digarap pada 2020 memiliki struktur geologi yang sangat menyerupai area penambangan saat ini. 

 
ARCI Chart by TradingView

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh pakar industri Energy and Mineral Technology International (ENMITECH), eksplorasi pada serangkaian proyek tersebut diestimasi dapat memberikan tambahan cadangan bijih emas baru sebanyak 5,3 juta ons-13 juta ons. Studi tersebut sudah diverifikasi oleh konsultan industri independen, SRK Consulting Group (SRG). 

"Archi menargetkan bisa merealisasikan tambahan cadangan emas ini dalam lima tahun ke depan," ucap Harry.

Harry bercerita, pada akhir tahun 2010, Archi belum memulai produksi dan cadangan bijih emas yang dimiliki hanya sebanyak 0,9 juta ons. Akan tetapi, selama 2011-2020, perusahaan membelanjakan capex untuk kegiatan eksplorasi sebesar US$ 120 juta dan berhasil menemukan sekitar 5 juta ons cadangan bijih emas. 

Dalam periode yang sama, Archi telah memproduksi sebanyak 2 juta ons emas. Dengan begitu, per akhir 2020, Archi masih memiliki cadangan bijih emas sebanyak 3,9 juta ons (setara 121 ton) yang sudah diverifikasi oleh pihak ahli independen (JORC certified number).

Editor: Herlina Kartika Dewi