Siloam Internasional (SILO) cetak kinerja positif, simak rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Emiten rumah sakit PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO) membukukan kinerja yang positif hingga kuartal III 2021. SILO mencetak kenaikan kinerja yang signifikan baik dari sisi pendapatan maupun labanya. 

Mengutip laporan keuangannya, SILO membukukan pertumbuhan pendapatan hingga 42,83% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 7,14 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 531,95 miliar. Capaian itu jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu yang merugi hingga Rp 48,79 miliar. 

Analis Samuel Sekuritas Olivia Laura mengungkapkan, kinerja SILO yang positif hingga kuarta III 2020 ditopang oleh pemulihan kasus Covid-19 yang mendekati level sebelum Covid. 


Lebih lanjut ia mengungkapkan, di bulan September lalu, SILO melakukan sekitar 5.800 operasi. Capaian ini  9% di bawah operasi yang dilakukan waktu sebelum Covid-19 pada September 2019. SILO juga menerima 215.000 pasien rawat jalan pada September 2021. Angka ini 7% di bawah catatan pra-Covid. 

Baca Juga: Pendapatan naik dua digit, Siloam (SILO) mengantongi laba hingga Rp 531,95 miliar

"Pendapatan base case dan EBITDA Siloam lebih tinggi pada September dibandingkan bulan lainnya sepanjang tahun 2021. Dari outpatient visit juga naik 11.2% yoy di kuartal III 2021 dan inpatient days tumbuh 13.1% yoy," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/10). 

Mengingat kinerja yang melebihi ekspektasi hingga kuartal III 2021 ini, Olivia mengungkapkan akan merevisi kembali target kinerja SILO hingga akhir tahun 2021. Yang jelas, ia meyakini SILO setidaknya bisa mencapai Rp 8,6 triliun dari sisi pendapatannya baik spesialis dan non-spesialis. Faktor pendorongnya masih dari pertumbuhan kasus yang bisa mencapai level pra-Covid.

Terhadap saham SILO, ia merekemendasikan buy dengan target harga Rp 10.800 per saham.  "Didorong results yang kuat bahkan dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, jadi saya optimis sama kinerja keuangannya," jelasnya. 

Baca Juga: Pemerintah tingkatkan kapasitas pemeriksaan, Abbot sediakan alat tes Covid-19 canggih

Tidak jauh berbeda, Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei merekomendasikan buy SILO dengan target harga Rp 11.350 per saham. Saran itu mencerminkan rata-rata EV/EBITDA satu tahun terakhir sebesar 9 kali. Dengan harga saat ini di Rp 8.600 per saham, EV/EBITDA hanya 6,8 kali. 

Editor: Noverius Laoli