Simak latar belakang terbentuknya PBB, tujuan, serta struktur organisasinya ini



KONTAN.CO.ID -  Jakarta. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB merupakan organisasi besar yang terbentuk karena latar belakang dan tujuan yang mulia yaitu menjaga perdamaian antar negara. 

Dampak Perang Dunia 2 yang masif membuat banyak masyarakat menderita dan negara-negara mengalami kerugian yang cukup banyak.

Hal tersebut mendorong banyak negara-negara untuk membentuk sebuah badan yang bertujuan menjaga keamanan dan perdamaian antar negara.


Dari pengalaman dan cita-cita inilah PBB atau dalam bahasa Inggris disebut United Nations (UN) lahir. Organisasi internasional ini beranggotakan hampir seluruh negara di dunia. 

Baca Juga: Bilangan asli: Pengertian, contoh, dan perbedaannya dengan bilangan cacah

Sebenarnya sebelum PBB dibentuk, ada Liga Bangsa-Bangsa (LBB) yang diharapkan bisa menjaga perdamaian dunia. Organisasi ini didirikan saat Perang Dunia I tahun 1919. 

Sayangnya, melansir dari Encyclopedia Britannica, LBB dibubarkan pada 1946 karena gagal mencegah terjadinya Perang Dunia II. 

Latar belakang terbentuknya PBB

Latar belakang terbentuknya PBB didorong oleh Perang Dunia II yang membawa banyak dampak buruk bagi masyarakat dunia.

Dampak tersebut membuat banyak negara menginginkan perdamaian dan keamanan bersama. Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet kemudian berdiskusi untuk membuat organisasi perdamaian. 

Ketiga negara inilah yang menjadi pendiri dari PBB. Wakil dari tiga negara tersebut adalah Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan Perdana Menteri Uni Soviet Joseph Stalin. 

Mengadopsi tujuan dari LBB, PBB memiliki tujuan utama yaitu menjaga keamanan dan perdamaian dunia. Kemudian struktur serta fungsi dari organisasi perdamaian dibentuk untuk menggantikan LBB. 

PBB berdiri pada 24 Oktober 1945 di San Francisco, California, Amerika Serikat. Meski Perang Dunia II sudah berakhir, sayangnya masih banyak negara-negara di Asia dan Afrika yang terjajah. 

Baca Juga: Adaptasi pada tumbuhan dari morfologi, fisiologi, dan tingkah laku serta contohnya

Sehingga, untuk menandatangani piagam PBB, terjadi negosiasi yang cukup alot. Pembentukan ini ditandai dengan piagam PBB yang ditandatangani oleh 50 negara di dunia. 

Jumlah tersebut terdiri dari 9 negara di Eropa, 21 negara di Amerika, 7 negara di Asia Tengah, 2 negara di Asia Timur, 3 negara di Afrika, Ukraina, Belarusia, dan 5 negara persemakmuran Inggris. 

Dari jumlah awal sebanyak 50 negara, Anggita dari PBB berkembang menjadi sebanyak 193 negara di dunia.