Simak rekomendasi analis untuk saham sektor pedagangan dan jasa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks sektor perdagangan, jasa, dan investasi menjadi salah satu indeks sektoral yang memiliki kinerja kurang prima. Pada perdagangan pekan lalu indeks sektor ini telah terkoreksi 2,45%.

Bahkan secara year-to-date (ytd), sektor perdagangan dan jasa telah mengalami penurunan sebesar 2,73%.

Untuk diketahui, sektor perdagangan, jasa, dan investasi terdiri atas beberapa subsektor, mulai dari Subsektor perdagangan besar (grosir), subsektor perdagangan eceran (ritel), subsektor advertising, printing, dan media, hingga subsektor restoran, hotel, dan pariwisata.


Subsektor perdagangan besar (grosir) misalnya, berisikan saham-saham alat berat seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA), hingga PT Intraco Penta Tbk (INTA).

Dari subsektor perdagangan eceran, terdapat saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Hero Supermarket (HERO), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), hingga PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).

Baca Juga: Saham United Tractors (UNTR) jadi penjegal kinerja sektor perdagangan dan jasa

Sementara dari subsektor media, terdapat saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), hingga PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO).

Meskipun secara sektoral pergerakan indeks perdagangan dan jasa kurang memuaskan, tetapi masih ada beberapa saham dari sektor ini yang masih layak untuk dicermati.

Analis MNC Sekuritas Victoria Venny menilai, saham subsektor ritel memiliki peluang mencatatkan kinerja yang apik hingga akhir tahun. Hal ini tidak lepas dari datangnya festive moment di akhir tahun.

“Biasanya secara historis sektor consumers good dan ritel akan sedikit terangkat pada kuartal keempat 2019,” ujar Venny kepada Kontan.co.id, Rabu (4/12).

Editor: Herlina Kartika Dewi