Simak rencana bisnis Cisarua Montain Dairy usai IPO



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen produk susu premium Cimory, PT Cisarua Montain Dairy tengah dalam proses penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO). Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup tinggi dengan compounded annual growth rate (CAGR) 31%.

Sementara itu, penjualan neto perusahaan sepanjang enam bulan pertama 2021 tercatat melesat 115,1% year on year (yoy), dari Rp 735,4 miliar menjadi Rp 1,58 triliun. Perolehan penjualan bersih per Juni 2021 tersebut sudah hampir menyamai perolehan sepanjang 2020 yang sebesar Rp 1,86 triliun.

Direktur Keuangan & Hubungan Investor PT Cisarua Montain Dairy Bharat Shah Joshi mengatakan, sebagian besar kenaikan penjualan ini didorong oleh peluncuran produk baru, seperti Cimory Squeeze! yogurt pouch, susu UHT, dan sosis Kanzler Singles. "Produk baru dan peningkatan volume mengakibatkan pertumbuhan penjualan selama beberapa tabun terakhir," kata Bharat dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (10/11).


Selain kenaikan pendapatan yang tinggi, Cisarua Montain Dairy juga membukukan profitabilitas yang sangat signifikan. Laba periode berjalan per Juni 2021 mencapai Rp 364,5 miliar atau tumbuh 798,54% secara yoy dari Rp 40,57 miliar per Juni 2020. Perolehan tersebut sudah melampaui laba periode berjalan sepanjang tahun 2020 yang sebesar Rp 177,01 miliar.

Baca Juga: Vale Indonesia (INCO) targetkan produksi nikel matte sebanyak 65.000 ton di 2022

Menurut Bharat, pertumbuhan profitabilitas yang tinggi tersebut didukung oleh posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar atas sub-kategori produk yoghurt secara keseluruhan serta dalam kategori spoonable yogurt dan minuman yoghurt. Berdasarkan hasil riset Euromonitor, untuk masing-masing sub-kategori tersebut, perusahaan memiliki pangsa pasar sebesar 53,2%, 71,9%, dan 50,3% per tanggal 31 Desember 2020.

"Perusahaan juga telah membangun posisi pasar yang kuat untuk produk susu putih segar dan sub-kategori produk daging olahan dingin dan daging olahan beku dengan menduduki peringkat ke-4 per tahun 2020," ungkap Bharat.

Dalam IPO ini, perusahaan akan melepas 1.190.203.000 saham ke publik atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan memasang harga penawaran Rp 2.780-Rp 3.160 per saham sehingga dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perusahaan berkisar antara Rp 3,31 triliun-Rp 3,76 triliun.

Direktur Utama PT Cimory Mountain Dairy Farrel Sutantio yakin, pertumbuhan perusahaan akan tetap cerah ke depannya seiring dengan industri barang konsumsi yang punya prospek baik di tengah pemulihan ekonomi Indonesia dan penurunan kasus Covid-19. Menurut hasil riset Euromonitor, konsumsi produk susu di Indonesia cenderung bertumbuh, meskipun tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia pada tahun 2020 masih sebesar US$ 6.

Jumlah itu masih lebih rendah dari sejumlah negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (US$ 16 per kapita), Thailand (US$ 25 dolar per kapita), dan Vietnam (US$ 32,0 per kapita). "Kondisi tersebut akan menjadi peluang dan memiliki prospek usaha yang baik bagi industri susu di Indonesia yang tingkat konsumsi per kapitanya diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi US$ 11,7 pada tahun 2025," kata Farrel.

Baca Juga: Mitratel menargetkan dana segar melalui IPO maksimum US$ 1,68 miliar

Untuk itu, Cisarua Mountain Dairy akan meningkatkan kapasitas produksinya, baik untuk produk Cimory Squeeze! yogurt pouch, susu UHT, dan makanan. Perusahaan juga akan terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk baru.

"Belum lama ini, kami meluncurkan bakso Kanzler Singles. Tahun depan, rencananya akan meluncurkan susu UHT satu liter dan yogurt stick. Kami punya banyak produk baru di pipeline dua tahun mendatang," ungkap Farrel.

Editor: Tendi Mahadi