Simak rencana penerbitan obligasi di tengah riuh wabah corona



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih menimang alternatif sumber pendanaan antara menerbitkan obligasi global atau obligasi domestik. Pertimbangannya, perusahaan melihat apakah roadshow bisa dilakukan atau tidak mengingat adanya kekhawatiran soal virus corona.

Berdasarkan penelusuran Kontan.co.id, beberapa emiten disebut-sebut berencana menerbitkan obligasi global. Antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT),  PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dan PT Bank Mandiri Indonesia Tbk (BMRI).

Baca Juga: Cadangan devisa meningkat di awal 2020, ini kata para ekonom


Direktur Tresuri dan Internasional BBNI Bob Tyasika Ananta membenarkan bahwa perusahaan berencana menerbitkan obligasi global dengan kisaran US$ 300 juta-US$ 500 juta. Dia mengatakan penerbitan obligasi global menjadi salah satu instrumen alternatif yang akan digunakan disamping instrumen pembiayaan lainnya. Apalagi saat ini kebijakan Bank Indonesia (BI) dianggap menjadi katalis positif.

“Kebijakan BI yang memprioritaskan stabilitas justru menjadi katalis positif yang tercermin dari masuknya dana asing yang berdampak positif terhadap nilai tukar dan obligasi, meskipun terdapat wabah virus corona. Indonesia masih dianggap memiliki yield yang menarik,” ujar Bob kepada Kontan.co.id, Jumat (7/2).

Pada awal Desember 2019, Direktur Keuangan Wijaya Karya Ade Wahyu mengatakan perusahaan berencana untuk menerbitkan obligasi global senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun untuk refinancing Komodo Bonds yang jatuh tempo pada Januari 2021.

Namun, saat dikonfirmasi kembali, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan perusahaan memang belum berencana menerbitkan obligasi global. “(rencananya) di tahun 2021,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Jumat (7/2).

Baca Juga: Analis prediksi lelang Sukuk pekan depan kembali laris manis

Mahendra menambahkan berdasarkan data kuartal III-2019 perusahaan memiliki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) 2,4 dari covenant 3,5. Ini sekaligus menandakan perusahaan masih dalam kondisi sehat.

Editor: Tendi Mahadi