Simak sejumlah faktor pemicu kenaikan IHSG 1,07% ke level 6.358,20 dalam sepekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menutup pekan kedua Maret 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,49% ke level 6.358,209. Alhasil, dalam sepekan IHSG menguat 1,07%.

Namun, HSG bergerak fluktuatif pekan ini, dimana pada awal pekan IHSG ditutup di zona merah.

Terdapat sejumlah katalis yang menggerakkan IHSG pekan ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG ini dipengaruhi oleh pergerakan bursa global yang cenderung menguat.


Di samping itu, dari sisi teknikal, IHSG saat ini sedang mengalami short rebound, jadi para pelaku pasar bisa mencermati level 6.400 dan 6.505 sebagai resistance.

Baca Juga: IHSG ditutup menguat, ini saham top gainers dan top losers di LQ45 pada Jumat (12/3)

Selain itu, penguatan IHSG dalam sepekan juga terdorong oleh penguatan harga komoditas. “Penguatan harga-harga komoditas seperti batubara dan minyak sawit (CPO) juga mempengaruhi pergerakan emiten-emiten berbasis CPO serta IHSG di beberapa hari belakangan ini,” terang Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (12/3).

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama  menilai, pergerakan IHSG yang berfluktuasi sepanjang pekan ini seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperpanjang serta memperluas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Hal tersebut dinilai dapat memberikan tekanan pada daya beli masyarakat yang lebih rendah di akhir kuartal pertama tahun ini.

Sentimen IHSG juga datang dari luar negeri. “Kepastian akan stimulus dari Amerika Serikat dan juga kebijakan quantitative easing (QE) Bank Sentral Eropa memberikan katalis positif pada pasar saham,” terang Okie, Jumat (12/3).

Baca Juga: IHSG ditutup melesat 1,50% ke level 6.358,38 di tengah net sell asing, Jumat (12/3)

Editor: Handoyo .