Simak sejumlah sentimen yang akan menyetir IHSG pada Agustus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah sentimen, baik eksternal maupun internal akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Agustus 2020.

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengatakan, siklus selama 10 tahun terakhir menunjukkan penutupan di akhir bulan Agustus akan lebih rendah daripada pembukaan di awal bulan. Salah satu penyebabnya adalah adanya aksi profit taking (ambil untung) dan penyesuaian portofolio para investor sebelum berakhirnya kuartal ketiga 2020.

Aria melanjutkan, faktor sentimen yang memengaruhi IHSG adalah perkembangan penanggulangan pandemi Covid19, stimulus yang diberikan oleh berbagai negara besar, serta ketegangan geopolitik di regional Asia. Selain itu, bantuan likuiditas oleh pemerintah terhadap berbagai badan usaha milik Negara (BUMN) maupun korporasi juga akan menjadi suplemen bagi IHSG.


Baca Juga: Sepekan ke Depan Sentimen Domestik dan Global Berpotensi Kembali Menekan Rupiah

Lebih lanjut, Aria mengatakan pemotongan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) juga dapat menjadi sentimen bagi IHSG. Dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, BI dinilai masih mempunyai ruang untuk menurunkan suku bunga acuan lebih rendah dari 4%.

Aria juga memperingatkan adanya potensi aksi jual yang terjadi di Agustus ini. Laporan keuangan emiten di kuartal kedua  memang belum sepenuhnya keluar di akhir Juli sebagaimana biasanya karena adanya pelonggaran batas waktu penyampaian laporan keuangan sampai dengan 30 Agustus 2020.

“Oleh karena itu, dampak aksi jual kemungkinan memang berpengaruh di pergerakan IHSG bulan Agustus, tapi tidak akan sehebat di akhir Maret 2020 karena sudah diantisipasi oleh para investor,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Minggu (2/8).

Baca Juga: Indonesia dalam bayang-bayang resesi, bagaimana dampaknya ke IHSG?

Editor: Wahyu T.Rahmawati