Simpanan di Deposito Menurun, Bank Fokus Kejar Dana Murah pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan suku bunga deposito telah mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Di tengah penurunan itu, bank fokus mengejar dana murah (CASA) untuk menekan biaya dana. 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, simpanan deposito perbankan mencapai Rp 2.821 triliun, atau hanya tumbuh 1,0% yoy pada April 2022. Secara ytd dan bulanan justru turun masing-masing sebesar 1,3 % dan 0,1%. 

Sebaliknya, dana murah dari tabungan dan giro terus tumbuh. Secara tahunan, kedua simpanan tersebut tumbuh signifikan. Tercatat giro tumbuh 18,4% yoy dan tabungan tumbuh 15,9% pada April 2022. 


Kondisi serupa juga terjadi Bank BTN yang tahun ini lebih fokus pada pertumbuhan CASA dan deposito ritel. Melalui strategi tersebut, bank bersandi saham BBTN ini menargetkan dana pihak ketiga (DPK) bisa tumbuh 11% tahun ini.  

Baca Juga: BTN Yakin Prospek Bisnis Bancassurance Masih Sangat Besar di Tengah Digitalisasi

"Kami fokus ke pengembangan CASA untuk menurunkan beban dana (COF)," kata Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN Jasmin, Senin (6/6). 

Hingga April 2021, simpanan deposito BTN turun 5,62% yoy menjadi Rp 164,82 triliun. Sementara tabungan dan giro justru tumbuh lebih besar, masing-masing naik 12,45% dan 19,51%. 

Untuk tahun ini, perusahaan fokus mengejar deposito ritel yang lebih berkelanjutan serta tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan suku bunga. Sebaliknya, deposito lembaga justru sensitif terhadap kenaikan suku bunga. 

Sementara itu, Bank Sumsel Babel memproyeksi pertumbuhan deposito mencapai 2% yoy pada 2022. Namun perusahaan menargetkan pertumbuhan lebih besar pada simpanan tabungan dan giro. 

Baca Juga: Restrukturisasi Aset Bank Mumalat Bagian Proses Penguatan Struktur Permodalan

Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Antonius Prabowo Argo menyampaikan, bahwa perusahaan akan meningkatkan deposito dengan mempertahankan serta menjaga nasabah tetap. Kemudian mencari nasabah potensial dengan menebar promo - promo menarik.

Tak mau kalah, Bank BRI juga secara konsisten meningkatkan porsi dana murah demi mendorong efisiensi biaya dana. Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan, perseroan senantiasa meningkatkan porsi CASA sejak 2017.

Editor: Tendi Mahadi