SKK Migas tetap ingin ExxonMobil bisa produksi sampai 250.000 bph



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pelaksanaan high rate test atau tes tingkat tinggi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu oleh ExxonMobil masih terus berlangsung sembari mempersiapkan revisi Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Tes ini untuk menaikkan produksi Banyu Urip menjadi 250.000 barel per hari.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman bilang SKK Migas bersama Pihak ExxonMobil kini tengah mempersiapkan revisi AMDAL. "AMDAL sedang persiapan sambil menunggu sejumlah data high rate test lengkap," sebut Fatar ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (22/8).

Baca Juga: Mampukah ExxonMobil produksi Banyu Urip, Blok Cepu sampai 250.000 bph?


Lebih jauh Fatar mengungkapkan, pertemuan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah dilakukan beberapa kali. Fatar menambahkan proses high rate test sempat diturunkan beberapa hari lalu. "Terpaksa diturunkan setengah karena ada perbaikan Floating Offloading Hose di Gagak Rimang," ungkap Fatar.

Namun Fatar memastikan, pihak ExxonMobil masih melanjutkan proses high rate test secara perlahan ke angka 225.000 barel per hari (bph). SKK Migas mengharapkan revisi AMDAL dapat rampung sesegera mungkin setelah semua data dilengkapi. Adapun, kepastian kelengkapan data menanti konfirmasi high rate test.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Fatar sempat mengutarakan kemungkinan high rate test ditingkatkan hingga angka 235.000 bph.  "Dengan ditemukannya cadangan, peningkatan 235.000 bph dimungkinkan, dan bisa saja ke 250.000 bph. Masih kami bicarakan dengan Exxon," jelas Fatar di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketika dikonfirmasi, Fatar mengungkapkan niatan itu belum bisa dilakukan selama ujicoba produksi ke angka 225.000 bph belum terkonfirmasi. "235.000 masih dikaji, sebab yang 225.000 masih belum konklusif," kata Fatar.

Baca Juga: SKK Migas buka kemungkinan high rate test Blok Cepu tembus 235.000 bph

Masih menurut Fatar, upaya tersebut juga tidak akan mudah sebab adanya limitasi akibat musim kemarau. "Paling produksi rata-rata tahunan 216 ribu bph," terang Fatar.

Mengutip catatan Kontan.co.id, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Azi Alam mengungkapkan, pengerjaan high rate test tersebut sesuai dengan permintaan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Editor: Azis Husaini