Sri Mulyani prediksi potensi shortfall pajak pada tahun 2020 masih besar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kekurangan atau Shortfall penerimaan pajak pada tahun 2020 ini berpotensi masih terjadi.  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, gejolak global yang terjadi di tahun lalu sekiranya masih berlangsung sampai saat ini dan menjadi bayang-bayang penerimaan pajak.

Apalagi ada kemungkinan perang dagang AS dan China masih berlangsung, bahkan belakangan gencattan dagang ini merambah ke Benua Biru. Belum lagi situasi politik Negeri Paman Sam di mana tahun ini akan dilaksanakan pemilihan umum (Pemilu) Presiden AS. 

Baca Juga: Shortfall pajak Rp 245 triliun pada 2019, terburuk dalam lima tahun terakhir


Direktur Potensi, Kepatuhan, Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yon Arsal mengatakan, dengan perkembangan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, masih membuka peluang shortfall pajak 2020. Namun agar shortfall pajak tidak selebar tahun lalu, pemerintah menjalakan sejumlah mitigasi. 

“Potensi shortfall pajak di tahun 2020 masih terbuka. Kondisi global ini kemungkinan bisa terjadi lagi maka memang perlu dicermati satu persatu dan dibuat perencanaan,” kata Yon di kantor Kemenkeu, Selasa (7/1). 

Yon mengaku tahun ini sebagai cara lama, reformasi perpajakan lebih digalakkan di tahun 2020, baik mencakup aspek organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi informasi, basis data dan proses bisnis, serta peraturan perundang-undangan. 

Baca Juga: Pebisnis Siap Ekspansi Mengawali Tahun 2020

Selanjutnya, Pelayanan kepada Wajib Pajak (WP) akan dipermudah melalui sistem yang seluruhnya terintegrasi secara online, sehingga strandarisasi dapat jelas terukur.

Editor: Noverius Laoli