KONTAN.CO.ID - Usai mendeklarasikan keberhasilan swasembada beras pada 2025, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kebijakan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini akan diwujudkan melalui penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang dijalankan Perum Bulog berdasarkan penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Melansir Infopublik.id, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa gagasan beras SPHP satu harga telah disetujui pemerintah secara prinsip. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras nasional, terutama saat terjadi gejolak harga di pasar. “Untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke, yang digunakan adalah beras SPHP, bukan beras premium. Harga yang kami rencanakan keluar dari gudang Bulog adalah Rp11.000 per kilogram,” ujar Rizal saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Stabilisasi Harga: Ini Dampak Beras SPHP Rp11.000/kg Bagi Konsumen
KONTAN.CO.ID - Usai mendeklarasikan keberhasilan swasembada beras pada 2025, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kebijakan beras satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini akan diwujudkan melalui penguatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras yang dijalankan Perum Bulog berdasarkan penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Melansir Infopublik.id, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa gagasan beras SPHP satu harga telah disetujui pemerintah secara prinsip. Menurutnya, kebijakan tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras nasional, terutama saat terjadi gejolak harga di pasar. “Untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke, yang digunakan adalah beras SPHP, bukan beras premium. Harga yang kami rencanakan keluar dari gudang Bulog adalah Rp11.000 per kilogram,” ujar Rizal saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (12/1/2026).
TAG: