KONTAN.CO.ID - Caracas, Venezuela. Ibu kota Venezuela yang biasanya ramai mendadak terasa sunyi pada Senin (5/1/2026), dua hari setelah Amerika Serikat membombardir kota itu dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Meski suasana mencekam, sebagian warga Caracas tetap keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok. Namun, harga-harga melonjak tajam. Antrean panjang terlihat di toko-toko yang masih buka, sementara banyak pedagang memilih menutup usaha mereka karena khawatir terjadi kerusuhan dan penjarahan. Al Jazeera memberitakan, pemerintah setempat mengimbau agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal. Namun kenyataannya, banyak warga justru menimbun bahan makanan pokok seperti tepung jagung, beras, dan makanan kaleng, sebagai antisipasi jika kondisi keamanan memburuk.
Sunyi, Antrean Panjang, dan Harga Gila: Potret Caracas Setelah Serangan AS
KONTAN.CO.ID - Caracas, Venezuela. Ibu kota Venezuela yang biasanya ramai mendadak terasa sunyi pada Senin (5/1/2026), dua hari setelah Amerika Serikat membombardir kota itu dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Meski suasana mencekam, sebagian warga Caracas tetap keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok. Namun, harga-harga melonjak tajam. Antrean panjang terlihat di toko-toko yang masih buka, sementara banyak pedagang memilih menutup usaha mereka karena khawatir terjadi kerusuhan dan penjarahan. Al Jazeera memberitakan, pemerintah setempat mengimbau agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal. Namun kenyataannya, banyak warga justru menimbun bahan makanan pokok seperti tepung jagung, beras, dan makanan kaleng, sebagai antisipasi jika kondisi keamanan memburuk.