Susu Formula Bayi Nestlé Ditarik Global, 49 Negara Terdampak! Indonesia Termasuk?



KONTAN.CO.ID - Nestlé melakukan penarikan (recall) produk secara global di hampir 50 negara setelah susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi zat beracun yang dapat menyebabkan mual dan muntah hebat.

Melansir USA Today yang mengutip Reuters, penarikan produk ini mulai dilakukan sejak Desember lalu. Susu formula bayi tersebut dipasarkan di berbagai negara di Eropa, Turki, hingga Argentina, dan diduga mengandung cereulide, racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.

“Keamanan pangan dan kesehatan seluruh bayi selalu menjadi prioritas utama kami,” kata Nestlé dalam pernyataan resminya.


“Kami memahami kabar ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Karena itu, kami berkomitmen memberikan informasi yang jelas, transparan, serta dukungan bagi para orang tua dan pengasuh selama proses ini,” tambah manajemen.

Nestlé menegaskan hingga saat ini belum ada laporan kasus sakit yang dikaitkan dengan produk yang ditarik tersebut.

Secara total, 49 negara terdampak oleh penarikan ini. Namun, tidak ada produk susu formula bayi Nestlé di Amerika Serikat yang ditarik terkait dugaan kontaminasi racun tersebut.

Baca Juga: Email Reset Password Misterius Hujani Jutaan Pengguna Instagram, Ada Apa?

Produk apa saja yang ditarik?

Menurut Reuters, susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN, yang sebagian besar dijual di negara-negara Eropa, ditarik dari peredaran karena dugaan kontaminasi.

Jenis produk yang ditarik berbeda-beda di setiap negara.

Nestlé menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap minyak arachidonic acid (ARA) dan campuran minyak lain yang digunakan dalam susu formula bayi, serta mengaktifkan pemasok alternatif untuk bahan tersebut.

Gejala jika bayi mengonsumsi produk terkontaminasi

Menurut Cleveland Clinic, gejala akibat paparan racun cereulide meliputi:

  • Nyeri perut
  • Kram perut
  • Diare berair
  • Mual
  • Muntah
Baca Juga: Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin