Tak pernah disambangi, pasar berjangka komoditi ingin perhatian



KONTAN.CO.ID - PANGKAL PINANG. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) meminta pemerintah untuk memberikan dukungan lebih bagi perkembangan Pasar Berjangka Komoditi (PBK) Tanah Air. Apalagi, meskipun sudah berusia 20 tahun BBJ mengaku belum pernah di sambangi orang No.1 di Tanah Air.

Jika dibandingkan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden maupun Wakil Presiden kerap hadir pada saat pembukaan dan penutupan pasar.

Sebaliknya, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi mengungkapkan sampai saat ini belum ada satupun perwakilan RI1 maupun RI2 yang datang ke Bursa Berjangka Komoditi.


Baca Juga: Baru Agustus 2019 meluncur, volume transaksi pasar fisik timah BBJ melejit

"Meskipun dukungan dari pemerintah dan otoritas kementerian sangat tinggi terhadap industri ini, Kami juga perlu dukungan seperti itu (dikunjungi dan didengarkan)," ujar Fajar Sabtu (2/11).

Harapannya, dengan kehadiran RI1 dan RI2 ke BBJ mampu menjadi sorotan bagi pelaku industri komoditi Tanah Air dan di luar negeri. Hal ini dianggap penting untuk mendorong eksistensi PBK di masyarakat dan pasar global.

Meskipun begitu, Fajar mengakui bahwa size perdagangan PBK masih cenderung kecil dibandingkan dengan capital market. Sehingga, hal tersebut masih dijadikan pekerjaan rumah (PR) besar ke depan.

Baca Juga: Volume transaksi kontrak berjangka tumbuh 26,5% hingga kuartal III 2019

Editor: Handoyo .