TBLA alokasikan US$ 26 juta untuk penambahan dan pembangunan pabrik tahun depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tunas Baru Lampung Tbk terus gencar melakukan sejumlah agenda ekspansinya di tahun 2020.  Pasalnya, emiten yang memiliki kode saham TBLA ini tengah mengawal penambahan kapasitas pabrik biodiesel Lampung sebesar 1.500 ton per hari.

Harapannya, agenda penambahan kapasitas pabrik yang telah dilakukan sejak kuartal III 2019 tersebut sudah bisa memasuki tahap commisioning  pada Oktober 2020 nanti.  Selagi penambahan kapasitas pabrik dilakukan, kegiatan produksi biodiesel akan terus berjalan dengan memanfaatkan kapasitas produksi biodiesel eksisting yang sebesar 1.000 ton per hari. 

Baca Juga: Tunas Baru Lampung (TBLA) proyeksikan penjualan bisa capai Rp 9 triliun tahun ini


Penambahan kapasitas pabrik biodiesel ini juga dilakukan secara beriringan dengan pembangunan dua pabrik yang berlokasi Way Lunik, Lampung, yaitu pabrik refinery berkapasitas 2.500 ton per hari serta pabrik re-esterification Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) berkapasitas 100 ton per hari.

Pabrik refinery ditargetkan akan memasuki tahap comissioning pada Oktober 2020. Sementara itu, pabrik re-esterification PFAD diharapkan akan memasuki tahap commissioning pada Mei 2020.

Adapun PFAD yang diproduksi pada nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku yang lebih murah untuk memproduksi biodiesel. Deputi Presiden Direktur PT Tunas Baru Lampung Tbk, Sudarmo Tasmin mengatakan perseroan tidak ingin menyianyiakan potensi pasar biodiesel yang ada.

Baca Juga: Performa Banyak Perusahaan Tidak Sesuai Target, Ini Kinerja Emiten Indeks Kompas100

Pasalnya, TBLA telah memperoleh kontrak untuk menjadi salah satu pemasok kebutuhan pengadaan biodiesel Pertamina. Mengacu kepada kontrak yang ada, TBLA mengantongi jatah untuk memasok sebanyak 341.000 kiloliter biodielsel dalam program mandatori B30 di tahun 2020 mendatang.

Terlebih, perseroan menargetkan akan terus memasok biodiesel ke Pertamina pada program-program mandatori di biodiesel di tahun-tahun berikutnya.

“Makanya kita buru-buru harus ekspansi supaya tidak kehilangan peluang ini, apalagi pemerintah kan konsisten dan kontinyu untuk menaikan B30, Pak Luhut kan kemarin bisa sampai B50 kok,” kata Sudarmo ketika ditemui usai acara paparan publik (12/12).

Baca Juga: Tingkatkan kemandirian energi, Pertamina implementasikan B30

Selain peluang di pasar biodiesel domestik, Sudarmo mengatakan peluang untuk melakukan ekspor biodiesel ke Cina juga masih terbuka lebar. Kalau menilik catatan perseroan di tahun-tahun sebelumnya, TBLA tercatat telah mengekspor sebanyak 35.000 ton biodiesel di tahun 2018 dan 40.000 ton biodiesel di tahun 2019 ke Cina. 

Editor: Handoyo .