JAKARTA. PT. TD Automotive Compressor Indonesia (TACI) membuka pabrik baru bernilai investasi sebesar Rp 1,15 triliun di Cikarang. Perusahaan joint venture dari Toyota Industries Corporation (50,1%), Astra Otoparts (25,7%), Denso International Asia (20%), dan Toyota Tsusho Indonesia (4,2%) mempunyai luas pabrik pabrik 4,3 hektar (ha) di atas area lahan 10 ha ini akan menyerap 1.928 orang karyawan. Pabrik tersebut akan memproduksi komponen otomotif khususnya kompresor AC mobil dengan clutch.Presiden Direktur PT. TD Automotive Compressor Indonesia (TACI) Ryuya Ogiso menyampaikan, pabrik yang dibangun sejak Januari 2011merupakan bentuk pemanfaatna momentum iklim usaha Indonesia yang sedang kondusif. Di samping itu, pihaknya berupaya menjadikan pabrik ini sebagai wahana transfer teknologi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor industri otomotif. “Kami memanfaatkan momentum untuk berinvestasi di Indonesia karena iklim usahanya yang kondusif dan daya saing industri otomotifnya semakin meningkat,”ujar Ogiso dalam keterangan tertulisnya.
TD Automotive Compressor investasi Rp 1,15 T
JAKARTA. PT. TD Automotive Compressor Indonesia (TACI) membuka pabrik baru bernilai investasi sebesar Rp 1,15 triliun di Cikarang. Perusahaan joint venture dari Toyota Industries Corporation (50,1%), Astra Otoparts (25,7%), Denso International Asia (20%), dan Toyota Tsusho Indonesia (4,2%) mempunyai luas pabrik pabrik 4,3 hektar (ha) di atas area lahan 10 ha ini akan menyerap 1.928 orang karyawan. Pabrik tersebut akan memproduksi komponen otomotif khususnya kompresor AC mobil dengan clutch.Presiden Direktur PT. TD Automotive Compressor Indonesia (TACI) Ryuya Ogiso menyampaikan, pabrik yang dibangun sejak Januari 2011merupakan bentuk pemanfaatna momentum iklim usaha Indonesia yang sedang kondusif. Di samping itu, pihaknya berupaya menjadikan pabrik ini sebagai wahana transfer teknologi serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor industri otomotif. “Kami memanfaatkan momentum untuk berinvestasi di Indonesia karena iklim usahanya yang kondusif dan daya saing industri otomotifnya semakin meningkat,”ujar Ogiso dalam keterangan tertulisnya.